h1

PENGALAMAN BARU: BICARA DENGAN ORANG YG GA KENAL SAMA SEKALI

September 27, 2011

Berbicara dengan orang yang tidak dikenal sama sekali, tentu amat sangat dilarang oleh ke dua orang tuaku ketika aku msh kecil. Tentu nasihat yang berupa larangan tersebut diajarkan demi kebaikkan anaknya sendiri.

Baru kali ini larangan tersebut aku langgar…Tapi aku berusaha hati-hati dan liat2 orangnya juga koq…Aku memang sedang mencari sesuatu yang bisa aku kerjakan secara rutin untuk mengisi waktu luangku, spt kegiatan menulis, membaca dan mencoba memperdalam pengetahuan agama. Apalagi tahun ini kegiatan LBJ (LINTAS BUDAYA JEPANG) absen…LBJ, adalah perjalanan seperti program pertukaran budaya antara Jepang dan Indonesia, yang diperuntukkan untuk siswa siswi SMP/SMA dari sebuah sekolah yang merupakan salah satu sekolah terbaik yang ada di Jakarta. Jadi terasa banget waktuku banyak kosong…karena dalam kegiatan LBJ aku sering menemukan hal-hal baru dan menarik. Seperti halnya ketika aku harus mengurus ke 4 orang anakku. Karena di tiap harinya, pasti ada suatu perkembangan dan pertumbuhan anak yang terus tumbuh dan membuatku amat bahagia, kalau aku bisa melewatinya. Dan itu membuat inspirasi hidupku berkobar-kobar lagi. Read the rest of this entry »

h1

PENCITRAAN DIRI

September 22, 2011

Pencitraan diri tak lepas dari proposisi (semacam usulan) seseorang atau organisasi terhadap citra nya di mata publik sehingga melahirkan sebuah respon positif.

Namun akhir-akhir ini pencitraan diri pada diri seseorang makin heboh. Banyak individu yang terjebak dalam kondisi pencitraan dirinya saja. Terjebak dalam pemikiran bahwa yang penting timbul persepsi baik terhadap reputasinya, kredibilitasnya dan lain-lain (kelakuannya mirip seperti produk baru dari sebuah perusahaan yang mau pasang iklan saja) demi memuluskan jalannya untuk meraih sesuatu yang menjadi keinginannya, tanpa benar-benar membangun karakter seperti pribadi yang ingin di gembar gemborkan…

Semua image diri dan persepsi masyarakat luas menjadi sangat penting baginya. Ibarat maling, selama belum ketahuan (sisi buruknya) ya..LANJUTKAN…!!! Read the rest of this entry »

h1

BAGAIMANA ALMRHMH IBUNDA KAMI (YG 100% ORG JPN) MENANAMKAN RASA CINTA TANAH AIR, INDONESIA, PD ANAK2NYA..?

August 17, 2011

Sebuah station radio yang meneleponku pd jam 22.15. Station radio itu berencana akan meng-interviewku melalui telephone yang rencananya akan disiarkan esok paginya jam 7.30-8.00 tgl 16 Aug 2011. Aku agak tergelitik dengan topik yang diajukan oleh station radio tsb.

Topik tsb adalah “BAGAIMANA ALMH IBUNDA KAMI MENDIDIK KAMI (ANAK2 KETURUNAN) UNTUK MENCINTAI INDONESIA…?” Setelah berpikir sejenak, akhirnya aku meng-iyakan. Karena sifat interviewnya adalah sebagai sharing saja. Station radio tsb berjanji akan menelephone lagi keesokan paginya.

Malam yang tadinya kukira hanya tinggal melakukan kegiatan beristirahat alias bobo harus berubah. Aku jadi tidur larut, karena berusaha mengingat-ingat ke masa kecilku lagi, dan berusaha mencari jawaban apa yang harus kuberikan. Aku juga menelephone saudara-saudara kandungku untuk meminta masukkan.

Jujur, hal itu aku lakukan semua itu karena aku juga takut salah bicara… Dan setelah membuat sedikit corat coret dan juga membuat sdkt broadcast melalui BBM pada handai taulan dan teman-teman, mengenai rencana interview radio ini, krn siapa tau ada saudara atau teman yg memiliki waktu dan juga tertarik mendengarkan topik ini.

Barulah setelah itu aku bisa beristirahat sejenak krn jarum jam sdh menunjukkan angka 24.00 lebih….Dan pd jam 3.30 pagi sudah harus bangun lagi untuk sahur bersama keluarga.

Keesokkan harinya, setelah seluruh keluarga berangkat untuk melakukan kegiatan masing-masing. Aku pun mulai bersiap-siap juga.

Dan karena  janji interview tersebut, maka ada sebuah kegiatan hari itu yaitu pergi tadarusan harus kubatalkan. Sambil menunggu, aku melakukan kegiatan-kegiatan rumah tangga rutin. Read the rest of this entry »

h1

CERPEN: DENTING SUMBANG PIANO ANAKKU

August 12, 2011

Vina kembali terlihat lemas di kursi pianonya. Matanya nampak murung. Jemarinya terlihat ragu untuk memulai menekan tuts-tuts piano di hadapannya. Gurat wajah tegang jelas terlihat di wajahnya yang manis. Tetesan keringat nampak terlihat diantara helai-helai rambutnya yang menutupi dahi.

Kembali alunan piano terdengar dari dalam rumah berwarna kuning gading itu. Namun sekali lagi terdengar nada sumbang yang menghentikan permainan pianonya. Kini kepalanya tertunduk lemah. Waktu latihan telah habis. Tiba waktunya Vina berangkat menuju sekolah musiknya. Ya..hari itu Vina harus menghadapi ujian kenaikan kelas piano dari sebuah sekolah piano ternama. Bila ia gagal, maka usailah sudah untuk bisa melanjutkan ke jenjang yang selalu diidamkan semua anak-anak yang telah berlatih sedari kecil untuk meraihnya.

Ujian kali ini benar-benar terasa menakutkan bagi Vina. Vina yang biasa amat mandiri, kali ini benar-benar merasa bersyukur bahwa Sandra, ibunya dapat menemaninya.

Di ruang tunggu ujian terasa dingin. Namun itu tak membuat butiran keringat yg membasahi dahi Vina mengering. Kegelisahan hati dipuaskan dalam pelukan Sandra yang terus menerus meyakinkan dirinya. Vina sadar bahwa dirinya tidak terlalu siap menghadapi ujian piano kali ini. Kesibukan sekolahnya yang menjelang ujian akhir ini makin menyulitkan dirinya untuk membagi waktu.

Akhirnya, namanya pun dipanggil untuk memasuki ruang ujian. Perlahan Vina bangkit dari kursinya, dan menatap Sandra dalam-dalam. Kembali Sandra mengelus punggung putrinya dengan lembut dan berkata…Kasih sayang dan dukungan Ibu membuat semangat Vina kembali terpacu. Rasa percaya diri Vina kembali terpacu dan irinya bertekad, akan menghadapi ujian ini dengan seluruh kemampuannya. Read the rest of this entry »

h1

ANEKA BUNGA DAHLIA…

August 11, 2011
h1

WHY…????

June 26, 2011

Semakin takjub ketika makin mengenal apa yang diajarkan di dalam Al-Quran. Banyak hal yang diajarkan sungguh adalah sebuah perbuatan yang amat mulia, bila seseorang manusia bisa melakukannya. Namun, ada sering timbul pertanyaan di dalam hati ini. Kenapa dalam realitanya banyak yang makin menjauh dari ajaran yang mulia ini?

Segala macam informasi di zaman modern ini makin mudah di peroleh. Melalui media cetak, elektronik dan juga dunia maya. Sehingga informasi apa pun bisa di akses oleh masyarakat luas. Dan akhir-akhir ini amat terasa dalam dunia pendidikan bahwa makin banyak mencetak sarjana-sarjana yang tidak hanya dapat menyelesaikan pendidikan di jenjang S1 saja tetapi di jenjang yang lebih tinggi. Jadi di negeri ini pastinya orang pandai pun telah banyak bukan? Read the rest of this entry »

h1

BILA HATI MERINDU (pd Jpn)….

June 9, 2011
h1

CERPEN: MISTERI VILA MERAH BATA

May 30, 2011

Tiga orang bersahabat; Panji, Arjuna dan Rama merasa lega karena akhirnya UN telah berhasil mereka lalui. Segala upaya telah mereka lakukan untuk melewati rangkaian ujian-ujian sekolah, dan salah satu yang terpenting yaitu belajar sungguh-sungguh. Sambil menanti pengumuman hasil dari UN, ketiga orang bersahabat ini berencana untuk liburan.

Sore itu mereka bertemu di rumah Arjuna. Sebuah rumah yang megah, mewah, untuk mematangkan rencana liburannya.

“Bagaimana kalo kita pergi naik gunung…?!” Panji menyampaikan idenya dengan penuh semangat.

Rama yang sedang duduk santai bersandar di sofa, dekat Panji, langsung menyahut.

“Ah…malas…!” sahutnya sambil tetap duduk bersandar dan tetap memainkan handphone-nya

Sesaat kemudian Rama berhenti mengutak-atik handphonenya, lalu ia menegakkan duduknya.

“Gue ingin liburan santai, yang gak pake cape..” lanjut Rama

“Gimana kalo kita pergi berlibur ke Bali…?!” tanya Panji asal bunyi sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa empuk yang berada di dalam kamar Arjuna. Kamar itu luas dan terasa sejuk oleh pendingin ruangan.

“Apa..? Emangnya ke Bali tiket pesawatnya bisa dibeli pake daun..!? Pasti orang tua kita pun gak bakal mau mengeluarkan uang sebanyak itu…!” Protes Rama dan melihat Panji dengan wajah serius.

Panji juga ikut melihat Rama tapi raut wajahnya tampak agak berpikir. Dahinya sedikit berkerut, seakan sedang berpikir menghitung jumlah biaya jika mereka harus ke Bali.

“Untuk biaya melanjutkan ke universitas aja, bokap gue benar-benar kerja keras..!!!” lanjut Rama dan masih tetap sedikit mendengus dengan sebal. Panji tetap masih diam belum menyahut, sepertinya ia terlihat kesulitan juga untuk menghitung biaya jika mereka harus ke Bali.

Mendengar perdebatan kedua sahabatnya itu, akhirnya Arjuna yang sejak tadi diam bermain game PSP, mulai berbicara.

“Bagaimana kalo kita pergi ke vila gue di Puncak..?” Arjuna menatap bergantian ke wajah kedua sahabatnya.

“Gue bisa minta izin pada bokap nyokap gue agar kita bisa memakainya dua hari. Vila itu memang sudah agak jarang kami datangi, tapi di sana ada mang Kuncung yang memeliharanya..! Gimana, mau engga..?” Tanya Arjuna meminta kepastian dari kedua sahabatnya.

“Ayoooo ajalah….!” Panji menyambutnya dengan penuh semangat” Udah sumpek nich…!” lanjutnya.

Rama yang nampak sudah agak mengantuk, hanya menganggukkan kepalanya pelan, ia setengah sadar. Ahirnya mereka sepakat akan berangkat di hari Kamis minggu depan. Read the rest of this entry »

h1

SENI MEMBUNGKUS BARANG DI JEPANG

March 22, 2011
SALAH SATU CONTOHNYA…. 

Bila berkesempatan berbelanja di Jepang, mungkin kita sempat memperhatikan betapa para pramuniaga di Jepang akan serta merta membungkus barang belanjaan kita dengan rapi dan telaten. Setelah selesai melipat, kadang masih ditambah dengan hiasan pita sebagai pemanis. Dan itu semua dilakukan tanpa perlu kita mengeluarkan biaya ekstra lagi. Kegiatan itu luar biasanya dilakukan sebagai bagian dari service yang diberikan oleh pihak departemen store tersebut.

Ternyata membungkus barang sudah merupakan budaya di Jepang. Semua dilakukan dengan penuh ketelitian, detail & memenuhi nilai-nilai keindahan yang luar biasa, sehingga sudah bisa di sebut sebagai seni.

Sampai ada seorang perancang-perancang seni membungkus yang terkenal. Salah satunya (info dari internet) adalah Oka Hideyaki. Yang terkenal dengan seni membungkus kado yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti dari jerami dan bambu. Read the rest of this entry »

h1

CERPEN: KRISTAL ITU TAK LAGI BENING

March 18, 2011

Setelah jauh berjalan, tiba-tiba kayuhan sepeda Arjuna terhenti sejenak. Matanya menatap kagum akan keindahan pemandangan yang terpampang di hadapannya. Sepetak sawah tak luas yang makin sulit dijumpai di kota yang selalu sibuk ini. Sepetak sawah yang dipenuhi bulir-bulir padi yang merunduk dan menguning. Langit biru Minggu pagi cerah itu, menambah indahnya keceriaan alam. Hatinya yang menjadi gembira dapat melepas sedikit penat dari kesibukan hari-hari pun langsung memanjatkan puji dan syukur atas karunia yang masih diberikan oleh Sang Maha Pencipta.

Tak lama Arjuna kembali mengayuh sepedanya. Kembali terdengar deru suara ribut dari kendaraan lalu lalang di jalan utama. Matanya kini berjuang melawan asap dan debu. .Beberapa kali kayuhan sepeda harus berjalan perlahan bahkan berhenti, karena berbagai hambatan yang tak seharusnya ada bila semua pemakai jalan negeri ini bisa disiplin.

Satu jam kemudian, Arjuna pun telah tiba kembali di sebuah rumah bercat putih. Rumah yang telah didiaminya selama 15 tahun bersama istrinya yang cantik dan baik dan 2 orang anaknya yang pandai, yang telah berusia 10 dan 14 tahun. Sungguh suatu gambaran rumah tangga idaman banyak pasangan. Sehingga tak jarang ketika berjalan-jalan bersama-sama, banyak mata yang menatap mereka dengan penuh rasa kagum bahkan ada juga yang sampai merasa iri. Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.