h1

Cerpen…..”CINTA SPT DALAM DONGENG”…..

January 25, 2010

Di musim dingin yang menusuk tulang pada dini hari 45 tahun lalu…di sebuah rumah sakit kecil di pinggiran kampung Ibaragi, terdengarlah tangisan seorang bayi perempuan yang baru lahir. Bayi manis, berambut tebal bergelombang dan bertubuh montok, Mizumi Ayaka namanya.

Sementara pada saat hampir bersamaan di sebuah kota kecil bernama Odawara..telah lahir pula seorang bayi mungil, sangat cantik, berkulit bening bersih dg pipi merah merona. Aiko Tomoko.

Mizumi Ayaka biasa dipanggil dg sebutkan Aya chan…tumbuh menjadi seorang gadis yg sangat pandai serta memiliki banyak talenta, bertubuh atletis, pekerja keras serta memiliki spirit tinggi. Hasratnya untuk mengenal dunia sangat besar….Namun Aya chan berwajah biasa-biasa saja..malah sampai berusia 2 th Aya chan selalu dicukur habis rambutnya, karena kedua orang tuanya merasa malu dengan rambut ikal nya….Zaman itu, demikianlah nasibnya bila tidak memiliki rambut idaman..yaitu panjang, tebal dan lurus. Masa remajanya dilalui dengan penuh pencapaian prestasi di bidang akademik maupun olahraga. Sering terpilih sbg ketua di berbagai organisasi sekolah dan menjadi kapten team volley serta pemegang ban hitam karate….Aya chan adalah anak pertama dari 5 bersaudara…Walau harus sering bolos sekolah, karena membantu ibu menjaga adik-adiknya yang masih kecil-kecilm namun Aya chan tetap sering menjadi juara disekolahnya…

Sementara Aiko chan tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang sangat cantik dan lembut…Menjadi primadona sekolah…Banyak kaum Adam yang terpana & bertekuk lutut bila melihat wajahnya bak dewi dari khayangan….Walau tidak terlalu cemerlang dalam akademik…namun bukan gadis bodoh…Sangat pandai bermain piano, sangat teratur tutur bahasanya dan mempelajari budaya Jepang dengan sangat mendalam….ahli memakai kimono, ahli menulis kaligrafi Jepang dan master dalam upacara minum teh. Aiko chan adalah anak ke bungsu dari 3 bersaudara yang semuanya wanita. Namun dengan kakak pertama dan ke duanya terpaut usia yang agak jauh..sehingga Aiko chan seperti anak tunggal dalam keluarga tersebut.

Nasib yang akhirnya mempertemukan ke dua remaja ini. Ke duanya mendaftarkan diri untuk masuk ke sebuah akademi perawat yang bergengsi di kota Tokyo. Walau sebenarnya Aya chan ingin masuk ke universitas bukan akademi, namun zamannya masih sulit buat kebanyakan masyarakat Jepang, sehingga hanya sedikit saja yang bisa melanjutkan pendidikan nya ke universitas yang memerlukan banyak dana.

Ke duanya lulus ujian dan di tempat di asrama perawat selama menjalankan pendidikan. Mereka cepat akrab dan akhirnya menjadi sahabat. Karena akrabnya, Aya chan akhirnya jg menjadi sahabat kakak Aiko chan, yang telah berkeluarga, Shizuka san.

Waktu berjalan terus terasa sangat cepat. Tak terasa setahun kemudian…ke dua remaja muda belia ini mulai ter panah asmara….

Aiko chan yang cantik jatuh cinta pada seorang pengusaha muda, tampan dan dari keluarga terpandang. Mereka berkenalan saat sang ayah dari pengusaha muda tersebut di rawat di rumah sakit tempat para calon2 perawat magang…Tentu saja…hal ini banyak membuat patah hati kumbang2 yang lainnya…

Sementara Aya chan…jatuh cinta pada seorang pada seorang dokter muda yang nampaknya akan memiliki masa depan yang cemerlang dan terlihat sangat bertanggung jawab….

Akhirnya, Aya chan dan Aiko chan telah lulus akademi perawat. Aiko chan, dengan bantuan kekasihnya yang ternyata memiliki jaringan kuat, langsung mendapat pekerjaan di sebuah klinik dari sebuah perusahaan internasional yang sangat bergengsi di kota Tokyo. Sementara Aya chan, memilih tetap berkarir di almamater nya….Ke duanya berjanji untuk tetap saling berjumpa di tahun depan pada tanggal yang sama pada saat mereka berpisah, yaitu 5 April. Lalu masing2 tenggelam dalam kesibukan serta rutinitas yang tiada hentinya.

Tak terasa waktu terus berlalu. Setahun telah berlalu. Aiko chan yg cantik menepati janjinya untuk bertemu dengan sahabatnya. Saat bertemu, keduanya berpelukan erat dan menahan haru dalam hati. Lalu berdua mereka menyisir jalan yang masih dipenuhi oleh guguran helai2 bunga Sakura. Keduanya saling bergandengan tangan dan tertawa gembira. Lalu duduklah keduanya di bawah rimbun nya pohon Sakura sambil menikmati ocha hangat dan kue mochi manis dan lezat bawaan Aiko chan yang dibelinya dari sebuah toko mochi yang terkenal di kota Tokyo.

Tak lama kemudian Aya chan bertanya “Bagaimana hubungan mu dengan Genta san…?”

” Bulan Juni lalu kami telah putus…!” dengan nada perlahan

“Saya akan menikah dengan pria lain tahun di tahun depan…!” lanjut Aiko chan bersamaan dengan helaan nafas tertahan.

Namun tak lama, suara perlahan tadi menukik tajam lebih mirip dengan sebuah jeritan kecil dan membuat Aya chan terpana seketika…”Entahlah…, semua perasaan itu terjadi begitu saja, padahal laki2 ini hanya mengantarkan paket titipan kakaknya untuk dokter tempat saya bekerja…tapi…tapi… sejak itu…hati saya selalu merasakan rasa rinduuuu yang amat sangat pd laki2 itu….!!!!” Suara Aiko terdengar bergetar dasyat. Bibir mungilnya gemetar menahan deru bathin yang tak menentu.

“Saya jahat ya….??? Neeehh…Aya chan..?!!’ kali ini suara Aiko terdengar bergetar dasyat. Bibir mungilnya gemetar menahan deru bathin yang tak menentu.

“Saya jahat ya…, karena telah melukai hati Genta san…?!!”

Setelah itu suasana kembali menjadi sunyi…Mungkin hanya semilir angin di bawah pohon Sakura yang dapat menterjemahkan arti keheningan itu.

Tiba-tiba Aya chan menangis tersedu-sedu….”Saya pun telah putus dari Kitaro san…”

“Karena..karena…ia hanya memanfaatkan saya saja….!!!” Sambil terus berusaha mengontrol perasaan yang sebenarnya ingin memuntahkan segala yang selama ini ditekannya dalam-dalam.

“Semua telah saya lakukan dengan membantu sepenuh hati agar Kitaro san segera lulus ujian kedokteran nya. Semua telah saya serahkan, karena percaya dengan segala janji2 manisnya. Ternyata, diam-diam Kitaro san telah menikah dengan wanita lain…..! nampak butiran tetas air mata mengalir perlahan di pipi Aya chan.

Mereka hanya bisa saling berpelukan erat satu sama lain. Seakan mencoba untuk saling menguatkan. Akhirnya..keduanya sepakat hanya memikirkan masa depan saja, berusaha melupakan rasa sakit dan pahit masa lalu. Dan terus melangkah maju menatap masa depan. Mereka tetap sahabat apa pun yang terjadi….

Kali ini waktu kembali memisahkan mereka, namun kedua sahabat itu berjanji untuk saling memberi kabar dan bertemu sesering mungkin.

Kenyataannya sejak pernikahan Aiko chan, pertemuan makin sulit dilakukan. Aiko chan harus mengikuti suaminya ke pulau ter ujung paling atas Jepang yaitu Sapporo…Sehingga ke duanya tidak bisa bertemu sesering dulu…

Tidak terasa 3 tahun setelah pernikahan Aiko san. Di tempat Aya chan bekerja, masuklah seorang pasien. Seorang engineering yang sedang terluka saat bekerja dan memerlukan perawatan beberapa hari di rumah sakit tempat Aya chan bekerja. Luka hati Aya chan masih belum sembuh benar sehingga Aya chan tidak mudah menerima hadirnya pria lain dalam kehidupannya. Walaupun pria itu sungguh-sungguh mencintai dirinya dan hendak menikahi dirinya…

Perlu waktu dua tahun lagi untuk Aya chan bisa memulai hidup baru bersama pria ini…Namun kegigihan laki-laki itu, yang membuat Aya akhirnya menerima pinangannya. Ke duanya pun menikah, kala usia Aya chan tepat menginjak usia ke 28 tahun dengan pesta yang amat sederhana.

Tak lama kemudian Aya chan melahirkan tiga orang putra putri berturut turut. Namun, tak lama setelah anak ke tiganya berulang tahun di usianya yang ke 5, dan Aya chan berusia sudah berusia 45 tahun, cobaan kembali menghampiri dirinya. Sang Maha Kuasa memanggil suami tercinta.

Walau Aya chan telah berusaha menjadi istri, ibu dan menantu yang baik. Mendedikasikan dirinya hanya untuk keluarga dan keluarga sang suami, namun tetap saja dalam keluarga sang suami, selalu ada saja kekurangan Aya chan di mata mereka. Lebih sering kata-kata menyakitkan di terima Aya chan. Maka sejak kepergian sang suami, Aya chan pun memutuskan untuk segera keluar dari rumah mertuanya bersama ke tiga anak-anaknya yang masih kecil-kecil.

Rumah yang di tuju adalah rumah Ibunda nya di kampung halaman di Ibaragi. Setelah menikah memang Aya chan tidak bisa sering kembali ke rumah Ibunda nya. Karena selama ini harus mengikuti aturan-aturan kaku dalam keluarga suaminya. Tentu saja kedatangan Aya chan bersama anak-anaknya disambut hangat dan suka cita oleh sang bunda.

Tetapi makin lama secara ekonomi makin memberatkan Ibunda. Ibunda Aya chan hidup hanya bergantung dari uang pensiun peninggalan almarhum Ayahanda. Sehingga Aya chan kembali berusaha mencari pekerjaan. Menjadi seorang perawat di usianya yang sudah tak muda lagi sungguh bukanlah pekerjaan ringan, di tambah dengan beban tiga orang anak yang masih kecil-kecil. Namun Aya chan berusaha tabah menjalani semuanya.

Akhirnya Aya chan berhasil mendapatkan sebuah pekerjaan di daerah Atami. Menjadi seorang perawat di rumah panti jompo. Maka pergilah Aya chan bersama ke tiga anaknya berangkat ke Atami dengan harapan segalanya akan jadi lebih baik…!

Suatu hari ketika sedang bekerja, ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang. Segera Aya membalikkan tubuhnya. Seperti dalam mimpi ternyata dilihatnya Aiko chan sahabat yang telah lama tak jumpa berdiri di depannya dengan senyum manis terukir di wajahnya yang cantik itu. Keduanya berpelukan dengan amat bahagia. Mereka tidak bebas bicara saat itu. Mereka berdua berjanji untuk bertemu di sudut kantin rumah sakit setelah jam kerja Aya chan berakhir.

Tak sabar Aya chan pun berlari-lari kecil. Dirinya sudah tak sabar lagi ingin berjumpa dengan sahabat yang telah lama tak bisa dijumpainya. Walau badannya terasa lelah, namun ia tidak kelelahan itu tak dirasakan lagi.

Ternyata di sana telah menanti Aiko chan dan kakaknya Shizuka san. Betapa gembiranya hati Aya chan, karena benar-benar tidak menduga bahwa bisa berjumpa juga dengan Shizuka san! Setelah saling menanyakan kabar masing-masing. Shizuka san menjelaskan bahwa mereka berdua ada di sini untuk menengok Ibu mereka yang di rawat di sini.

( sdkt penjelasan: Di Jepang agak biasa..para jompo yang kaya (memiliki uang) mereka lebih senang tinggal di panti, agar tidak merepotkan anak2nya..).

Di tengah kepulan cappucino hangat, Shizuka san bercerita bahwa dirinya selama ini menikah dengan seorang dokter bedah terkenal di Shinjuku dan telah sukses memiliki klinik sendiri. Namun usia mereka berdua terpaut jauh.

“Wow…luar biasa..!!!” pikir Aya chan di dalam hati…karena harga tanah di Shinjuku sangatlah mahal. Pasti kehidupan Shizuka san sangat bahagia, lanjut khayalnya.

Lamunan Aya terhentak ketika Shizuka san melanjutkan ceritanya bahwa ketika mengenal laki-laki yang kini menjadi suaminya dirinya masih belia dan polos. Mengira bahwa menikah dengan duda tampan dan kaya walau sudah punya anak dari perkawinannya sebelumnya tidak akan banyak membawa masalah. Ternyata, sekarang sang suami yang telah berumur tersebut & baru terkena stroke, yang kinimenjadi lumpuh, dan terus-menerus dirongrong masalah dari anak-anak mantan istri sang suami.

Mereka selalu datang dan datang lag, untuk meminta sebagian warisannya. Sementara dari dirinya tidak akan pernah muncul anak yang dulu selalu dirindunya. Semua itu adalah akibat karena kebodohannya sendiri. Shizuka telah terikat janji secara hukum bahwa tidak akan ada seorang bayi yang akan lahir dari rahimnya. Di masa-masa usia yang tak muda lagi, kini hatinya selalu di rudung kegelisahan. Pikirannya selalu di bayangi oleh gambaran bila kelak sang suami dipanggil YME, maka hidupnya akan sepi sendirian. Dan juga bagaimana dengan kesejahteraan dirinya kelak..??? Bagaimana Shizuka harus terus menerus berhadapan dengan anak-anak dari mantan istri sang suami yang terus-menerus merongrongnya.

Sementara Aiko chan…telah menikah dengan pria pilihannya, sehingga harus melukai hati Genta. Ternyata tidak bisa memiliki anak, karena rahimnya terpaksa diangkat, setelah terkena cancer rahim. Hidupnya mapan dan bergelimangan harta. Penampilannya pun masih sama seperti dulu, tetap cantik dan nampak sangat awet muda.

“Namun semua ini buat apa…?!!” Jerit Aiko chan.

“Aya chan…sebenarnya kamulah yang paling kaya diantara kita bertiga…!!!” ucap Shizuka tiba-tiba.

Aya chan hanya tersenyum tipis mendengarnya. Pikirannya melayang pada kehidupan sehari-harinya di mana ia harus bekerja keras untuk menghidupi anak-anaknya. Belum lagi godaan serta cobaan lain yang seakan tak pernah lepas dan malas pergi menjauh dari kehidupan Aya chan…Ingin sekali hatinya bisa menikmati sedikit waktu untuk dirinya sendiri seperti menikmati spa atau pergi liburan hanya satu atau dua hari saja. Bebas lepas dari segala urusan anak-anak dan dari masalah kekurangan uang.Masalah yang membuat Aya chan kadang-kadang harus pergi memohon pada saudara-saudaranya atau teman-temannya agar bisa meminjam sedikit uang, hanya untuk menyambung hari esok bagi ke tiga anaknya dan dirinya.

Sejenak mereka bertiga terdiam.

Aya chan bertanya….”eeehhhmmmm…., bila waktu dapat diputar lagi, kira-kira apa yang ingin kita ubah ya…??? “

Shizuka san mengatakan bahwa dirinya tidak akan menikah dengan seorang duda yang tua apalagi yang telah memiliki anak. Dan tidak akan menikahi seorang pria yang tidak ingin memiliki keturunan dari dirinya.

Aiko chan berkata, “Saya ingin seperti dulu sehat dan memiliki keturunan….!”

Aya chan, “ Saya akan minta pada YME agar wajah saya diciptakan lebih cantik, sehingga bisa mendapatkan pria kaya dan memiliki mertua yang memperlakukan menantunya dengan baik”

Lalu ke tiganya tertawa terbahak2. Menertawakan apa yang baru saja keluar dari bibir mereka.

Shizuka berkata ”Aaaaahhh….kita seperti orang yg tidak bersyukur saja ya….???”

“Iya….selalu saja merasa kurang..!” timpal Aiko chan.

”Siapa bilang kita tidak pernah mendapat cinta seperti dalam dongeng….??? Padahal kita masih bisa duduk bersama-sama dengan sahabat pada hari in. Hari ini adalah sungguh hanya sebagian kecil contoh sebuah karunia & kebahagiaan yang luar biasa yang masih bisa kita nikmati!” ucap Aya chan.

Kembali mereka bersama tertawa terkekeh-kekeh, menertawakan kebodohan mereka selama ini.

Malam pun kian larut, namun hati ketiga sahabat ini sangat benderang dan bahagia. Mereka berjanji akan saling menguatkan agar bisa melewati segala cobaan dan ujian kehidupan selanjutnya. Walau waktu dan jarak dapat memisahkan mereka…namun CINTA SEPERTI DALAM DONGENG tak kan bisa memisahkan persahabatan indah yang telah lama mereka miliki….

THE END

2 comments

  1. ehh … bagus juga ceritanya … Nggak nyangka bisa bikin cerpen kayak gitu …😀


    • beneran bagus nich..? Udh lama ga nulis2, jd ga pede banget…tks ya bro…



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: