h1

Cerpen: TITIAN HATI MERINDU…..

January 29, 2010

Seperti hari-hari sebelumnya…di pagi ceria Genta terburu-buru bangun dari tidurnya….Cuci muka, sikat gigi dan memakai seragam sekolah…Bersiap-siap akan berangkat sekolah bersama abangnya Kitaro…”Minasan ohayoo gozaimasu”…”Selamat pagi semua…!!!” Segera Genta duduk manis menanti sarapan di sebelah ayah dan kakak yg berbeda 5 tahun dari dirinya…Makanan pun terhidang…Genta pun telah tidak sabar…”Itadakimasu”…”Mari makan”…ucap Genta bersemangat..! Segera diseruputnya miso soup dengan lahap nya….Wow..hari ini Ibu membuat okonomiyaki…sedaaap….Dalam sekejap semua hidangan telah lenyap…”Terima kasih Ibu..makanannya lezaaat sekali…hari ini saya akan bersemangat di sekolah…” “Haik gambare kudasai…!” (ya semangat ya nak…) demikian jawab ibu dengan lembut sambil mengecup pipi Genta yang tembem…menggemaskan…Kitaro pun menggoda.. “Ayo cepat berangkat anak kecil!” sambil sedikit menohok kepala adiknya pelaaan….(di Jepang, ini bukan tidak sayang lho…malah sebaliknya..ungkapan sayang..tapi biasanya yang melakukan hanya laki-laki pada laki-laki juga)…Segera Genta menyambar tasnya dan mengejar sang kakak…”Saya berangkat..!” Ittekimasuuuuuu……!

Di musim semi kini Genta sudah kelas 3 SD..Sementara Kitaro kelas 3 SMP kota Numazu. Namun demikian, sekolah mereka walau beda gedung tapi satu lingkungan…Segera Genta mengambil tempat duduk sebagaimana biasanya….Genta pun menatap keluar jendela…wah…tak terasa sebentar lagi sakura akan bermunculan lagi….Tiba-tiba terdengar suara bel sekolah membuyarkan lamunan Genta, yang menandakan bahwa pelajaran akan segera di mulai…
Semua siswa-siswi berdiri ketika guru memasuki kelas dan segera mengucapkan salam….Namun..kali ini bu Aiko nampak bersama seseorang…Bu Aiko berkata..” Selamat pagi semua…sebelum pelajaran di mulai…bersama ibu sekarang ini adalah siswi baru pindahan dari kota Kyoto…Sekarang teman baru kalian akan memperkenalkan dirinya…Mohon kalian semua tenang dan mendengarkan baik-baik..” Lalu Ibu Aiko menoleh pada siswi baru tersebut..dan dengan anggukan kepala beliau mempersilahkan siswi tersebut memperkenalkan dirinya. Terdengarlah suara sangat lembut keluar dari bibir mungil siswi baru tersebut..”Selamat pagi semuanya…Salam kenal…Saya adalah Chika Ayaka..biasa dipanggil dengan Aya…Saya baru tiba di kota ini seminggu yang lalu..karena ayah saya sekarang bekerja di kota ini..Mohon bantuan teman-teman semua ya…terima kasih..”…Aya pun memberi salam hormat pada guru dan teman-teman barunya…Seluruh kelaspun bertepuk tangan…sebagai tanda bahwa meraka pun menyambut dengan gembira….Tiba-tiba bu Aiko berkata..”Genta chan..bukankah bangku di sebelahmu itu masih kosong..!” Genta yang diam-diam mengagumi Aya chan pun tersentak..sehingga dengan grogi Genta pun menjawab..” eh…iya..benar..masih kosong koq…” dengan muka merah padam…sehingga seluruh kelas pun tertawa melihat kegugupan Genta…
Ayapun melangkah dengan halus…disertai uraian rambutnya yang sebahu melambai-lambai, makin lemaslah hati Genta….”Ada apa ini…?” “Kenapa saya jadi begini…!” “Aaaah…saya tidak mengerti….mengganggu pikiran saja…!” demikian Genta memarahi dirinya sendiri…Pelajaran pun di mulai…Namun Genta tidak dapat berkonsentrasi dengan baik…Sehingga ketika bel pulang berbunyi..segera Genta menghilang…pulang…pulang…itu saja yang ada dipikirannya…

Tiba di rumah…”Tadaima!” jerit Genta….(salam yang artinya, “Saya telah kembali”)…Segera Genta berlari menuju kamarnya….Ibu pun melongo melihat kelakuannya….Belum sempat Ibu menyusul Genta..ke kamarnya…masuklah Kitaro….”Tadaima..!” Ah…Okaerinasai…demikian jawab Ibu (selamat tiba di rumah..) “Bu…apakah Genta sudah di rumah..?” Ibu pun mengangguk…”Ah…bocah nakal!” demikian si abang berguman…Kitaro pun segera menuju kamar Genta…Namun Genta sudah tertidur…sehingga Kitaro pun berlalu….

Genta terbangun ketika mendengar ada suara ramai dari arah ruang tamu….Eeehmm…ada tamu rupanya….Segera Genta keluar kamar dan menuju arah suara…Terkesiaplah Genta….Di sana, selain ada Ibu dan kakaknya…ada pula seorang Ibu dan……Aya chan….Berdebar jantung Genta…Terdengar suara Ibu memecahkan suasana hening…”Genta..ayooo beri salam…pd ibu Matsuma dan putrinya, Aya chan…Mereka adalah tetangga kita yang baru..persis depan rumah..” Segera Genta membungkukkan badan dan duduk di sebelah Ibu…”Ini putra kami terkecil…adik Kitaro…Genta!”…Aya pun berkata, “Iya…kami sudah saling kenal…karena kami sekelas…!” “Tidak di sangka..rumah kita berdekatan ya…” lanjut Aya. Setelah berbincang-bincang, maka Ibu Matsuma dan Aya hendak berpamitan, namun sebelum mereka pulang, ibu Matsuma berkata..”kalau diizinkan, apakah bisa besok pagi Aya chan berangkat sekolah bersama-sama dengan Genta dan Kitaro..? Saya masih sering khawatir…” Kitaro segera menjawab, “baiklah…besok kita berangkat bersama-sama” Terlihat senyum lega di wajah ibu Matsuma…Setelah itu mereka berpamitan….

Genta memberi muka cemberut pada sang kakak…”huuuh, kakak..kenapa bilang begitu..? Pasti besok saya kena ledek teman-teman!” Namun Kitaro hanya tersenyum dan mengelus kepalanya…

Esok dan esoknya lagi akhirnya tiap pagi…Genta selalu berangkat bersekolah bersama-sama…Kakak Kitaro selalu berjalan di depan Genta dan Aya…Hanya sekali-kali saja Kitaro menoleh ke belakang…mungkin hanya ingin memastikan bahwa Genta dan Aya baik-baik saja…

Aya ternyata selain cantik jg anak yang pandai, mudah bergaul dan tidak sombong…Tak berapa lama..teman-temannya pun semakin banyak…Aktif di bagian kesenian sekolah, karena kepandaiannya bermain musik tradisional Jepang…Okoto dan pandai melukis. Sering menjuarai berbagai macam lomba melukis yang diadakan antar sekolah atau antar wilayah. Genta adalah salah satu suporter setia Aya. Genta yang suka fotografi selalu memotret Aya di moment-moment specialnya.

Tak terasa setahun telah mereka lewati bersama-sama. Kini mereka berdua sudah kelas 6 SD…Sementara Kitaro akan menyelesaikan masa SMA nya…dan berniat melanjutkan sekolahnya di Tokyo, karena mendapat bea siswa di Tokyo University jurusan ekonomi. Kitaro, memang anak pandai dan menjadi ketua Osis di sekolahnya. Serta sering memenangkan lomba renang dan pandai olahraga Judo, sehingga badannya tinggi,tegap dan gagah…Beda dengan Genta…tidak terlalu tinggi, berkacamata dan sedikit gemuk. Genta pun berbeda minat dengan Kitaro. Menyukai fotografi, travel dan menggambar karikatur serta manga..

Pesta farewell party sederhana pun diadakan…Hanya mengundang beberapa paman dan tante, beberapa sahabat Kitaro dan beberapa tetangga. Tentunya keluarga Aya pun datang…Aya ternyata memberikan sebuah lukisan diri mereka bertiga dengan latar belakang gunung Fuji, yang bila cuaca cerah, maka akan nampak di daerah Numazu ini…”Semoga kakak selalu semangat…!” demikian ucap Aya pada Kitaro…”Arigatou..” balas Kitaro

Sedih hati Genta…Selama ini, ada kakak yang selalu menjaga, menemani dan menjadi temannya. Sekarang rumah terasa sepiii..sejak kepergian Kitaro.
Aya pun…bila berangkat sekolah kini dengan sahabat wanitanya Shizuka. Aya pun semakin populer…sementara dirinya…tidak sepopuler kakak Kitaro dulu….Entah mengapa Genta makin sering memperhatikan Aya. Namun kesempatan untuk bicara dan bercanda dengan Aya kini menjadi kesempatan langka. Di sekitar Aya, selalu dikelilingi kumbang-kumbang lainnya yang lebih indah menebarkan pesonanya. Sekali-kali terlihat Aya melemparkan senyum pada Genta, namun senyum itu lebih sering membuat Genta gugup dan malah Genta pergi menghilang. Genta hanya berani mendekati Aya, bila ada kamera ditangannya…hanya berani memandang wajah Aya melalui foto-fotonya. Akhirnya masa-masa SMP akan berakhir. Genta amat ingin mengajak Aya untuk pergi ke pesta perpisahan sekolah di hari Minggu bersamanya. Namun dirinya terlalu malu mengungkapkannya. Ahh….tidak apa-apa, lain kali saja..! Banyak juga yang lain datang tanpa pasangan…” demikian Genta menghibur dirinya sendiri. Akhirnya Genta pergi sendiri…Di pesta itu terlihat Aya pergi bersama kapten sofball sekolah…Aya terlihat amat cantik dan anggun…Tanpa di sangka…Aya mendekati Genta..”Genta, kamu kemana saja..? Sedari tadi saya mencari-cari…!” “Haaaa…ada apa, kenapa Aya mencari saya?” dalam hati Genta bertanya-tanya..”Genta…kamu adalah sahabat saya yang amat saya sayangi…karenanya saya ingin menyampaikan ini….Saya tidak akan melanjutkan SMA di sini…karena ayah berpindah tugas lagi..Ayah mendapat tugas di Tokyo…!” “Hari Selasa besok kami sudah harus pindah….Ini alamat dan telepon rumah kami di Tokyo…Kapan-kapan main-mainlah ke Tokyo…” “Janji ya…!!!!” teriak Aya…sebelum menghilang dibalik kerumunan pesta. Genta hanya bisa termenung…entah kenapa hatinya jadi amat sedih…dan amat sesak nafasnya mengetahui ini semua…Tanpa menunggu pesta berakhir..Genta pun pulang lebih awal.

Akhirnya Genta melanjutkan SMA nya tetap di kotanya. Ternyata sekelas dengan Shizuka, sahabat Aya. Shizuka anak manis tapi pendiam. Termasuk anak pandai, amat menyukai fotografi dan lembut. Namun Shizuka sering tidak masuk sekolah karena sering jatuh sakit. Ya…Shizuka menderita Thalasemia…(Thalasemia adalah di mana sel darah merahnya tidak bisa diproduksi oleh organnya sendiri…sehingga demi menjaga kondisinya maka harus sering transfusi darah).
Namun Shizuka amat perhatian pada Genta…Tapi Genta belum merasakan apa yang ingin diungkapkan oleh Shizuka.

Suatu hari…kakak Genta, Kitaro pulang ke rumah…Ternyata Kitaro telah menyelesaikan pendidikan S1 nya lebih cepat daripada seharusnya dan kembali mendapat bea siswa untuk melanjutkan ke S2…namun akan melanjutkannya di Amerika selama 2,5 tahun…”Wahhh…kakak hebat…!” puji Genta bangga. Dan Kitaro pun menjelaskan bahwa sekarang sudah memiliki pacar…Bila hubungan berjalan baik..sepulang dari Amerika Kitaro ingin meminang pujaan hatinya tersebut…Tentu semua bahagia mendengarnya….Maka berangkatlah Kitaro melanjutkan menuntut ilmu di Amerika.

Genta pun kini telah menyelesaikan SMA nya…Dan dirinya akan melanjutkan pendidikannya untuk memperdalam bidang animasi kartun perfileman di Osaka. Namun terbesit keinginannya untuk datang berkunjung menengok Aya di Tokyo.
Maka, berangkatlah Genta menuju Tokyo. Sepanjang jalan…hati Genta gelisah amat sangat…! “Aaahhh…saya ini kenapa sich..?” “Kenapa yang ada di kepala saya hanya Aya saja..?” Akhirnya…Genta sudah berdiri di depan sebuah rumah…Ragu-ragu menekan bell pintu itu…Akhirnya…”Teeeeettt”…..Tombol pun ditekannya. Tak berapa lama muncullah seraut wajah yang selama ini di impi-impikannya…keringat dingin menguasai diri Genta. Gugup luar biasa. Wah…semakin cantik ternyata….Secercah senyum menyungging di bibir Aya….Senyum yang telah lama dirindukannya. “Astaga….apa ini artinya saya sayang padanya…?” Demikian hati Genta berdentum-dentum…”Hai….Genta…akhirnya kamu mampir juga..!” “Ayooo masukkkk…!” Akhirnya…Genta bertemu juga dengan ke dua orang tua Aya…Dan pergi makan malam bersama-sama…Sungguh kenangan yang amat mengesankan bagi Genta…Malam makin larut, sudah waktunya Genta pamit. Sepanjang jalan…bahagianya hati Genta…”Aaaaahhh…akan saya cari waktu yang tepat untuk mengatakan pada Aya….” ” Saya cinttttttaaaa padamuuuu….!!!”

Masa kuliah telah di mulai….Ternyata Shizuka pun mendaftarkan diri di universitas yang sama, namun beda jurusan…Kembali pertemanan mereka berlanjut seperti masa-masa SMA dulu. Namun tetap di hati Genta hanya ada Aya…dan hal ini mulai diketahui oleh Shizuka. Sedih hati Shizuka..namun sikapnya tetap sama pada Genta, karena Shizuka benar-benar sayang pada Genta.

Tak terasa Kitaro telah menyelesaikan pendidikan S2nya…Dan akan segera kembali ke Jepang. Setahun setelah mendapat pekerjaan, Kitaro datang ke kampung tempat ayah dan ibu. Berniat melamar calon istri selama ini…Namun sebelumnya Kitaro akan membawa calonnya untuk diperkenalkan. Hari Minggu di musim semi adalah hari yang disepakati…Genta pun dipanggil pulang oleh orang tuanya. Semua telah menanti…Akhirnya, tibalah mobil Kitaro di depan rumah. Semua menduga-duga seperti apa rupa calon istri Kitaro….Di balik punggung Kitaro…berjalan perlahan seorang gadis….dan ternyata…Aya….Semua anggota keluarga terkesiap. Perasaan Genta pun hancur lebur melihat kenyataan ini. Namun seperti biasa..Genta menyembunyikan perasaan sedemikian rapi. “Tidak…saya tidak boleh merusak kebahagiaaan kakak..!” Semua akhirnya berjalan lancar…Sehingga diputuskan bahwa kedua orang tua Kitaro akan segera datang ke Tokyo untuk meminang Aya….untuk Kitaro…Lemas seluruh tubuh Genta….

Genta kembali ke Osaka dan mendengar bahwa perkawinan Kitaro dengan Aya akan berlangsung pada musim panas bulan ini. Shizuka pun telah mendengarnya…dan terus menerus berada di samping Genta….tanpa pernah tahu, apakah Genta akan membukakan pintu hatinya padanya.

Kimono putih yang dikenakan Aya pada saat upacara di kuil merupakan simbol bahwa dirinya masih suci dan bersih…Semua akan diserahkan pada pria yang akan menjadi suaminya….Ayaka amat sangat cantik..Kitaro pun terlihat gagah…Sungguh pasangan yang amat serasi.
Setelah upacara di kuil selesai, segera kami semua menuju tempat resepsi…di mana telah menanti 200 undangan…Namun sebelumnya pengantin berganti pakaian pernikahannya. Kali ini Aya akan mengenakan pakaian pernikahan yang telah dipilih oleh sang suami tercinta sebagai simbol bahwa dirinya bersedia dengan ikhlas mengikuti segala warna kehidupan sang pujaan hati yang akan mereka jalani bersama kelak, mulai ujung kepala hingga ujung kaki….
Semua mata menatap dengan penuh rasa kagum…Pengantin wanita memasuki ruangan ballroom yang megah dengan anggun dan nampak cantik sekali…Kulit Aya yang bening…makin bersinar dengan balutan warna soft pink disertai lilitan halus warna keemasan….Indah & mewah….”Aaaah…Ayaka….Kalau saja kau tahu isi hati ku….!” jerit hati Genta…tertunduk lemas… Hati Genta seperti terhimpit batu besar yang amat menyesakan batinnya.

Setelah pernikahan kakaknya yang amat di sayangi dan di hormatinya…Genta kembali tenggelam dalam kesibukannya…Di biarkannya dirinya melebur dalam kesehariannya…Sehingga suatu hari…Genta jatuh sakit…Kepalanya pusing seolah dunia berputar-putar dengan amat cepat, tubuhnya lungkai tak berdaya…Hari telah semakin siang, namun Genta masih terkapar di atas pembaringannya, tidak bisa berbuat apa-apa…
Lalu terdengarlah ketukan pintu…Genta…! Genta…! Kamu tidak apa-apa? Suara itu terus memanggil-manggil namanya…terdengar sangat khawatir akan dirinya….”Aaahhh….Shizuka…Benar itu suara Shizuka….!” Tak lama…terdengar suara orang-orang semakin ramai di balik pintu kamarnya…Namun Genta tak tahu apa yang terjadi selanjutnya…karena dirinya telah tak sadarkan diri…

Ketika Genta membuka matanya…diri telah berada di ruangan yang serba putih..serta tangannya tertancap sebuah jarum infus…Tak lama suster menghampiri dirinya…dan memeriksa kondisi dirinya. Ternyata karena hidup tak teratur Genta terserang thypus dan tubuhnya kurang mendapat asupan gizi yang baik. Sehingga Genta harus dirawat beberapa hari di Rumah Sakit…

Sorenya..seluruh keluarga telah berkumpul…Di wajah mereka jelas terlihat mengkhawatirkan kondisinya…Di carinya seraut wajah…namun wajah itu tak nampak….”Shizuka…di mana kamu…?” bisik hati Genta
Segera setelah Genta sehat…Genta mencari Shizuka untuk mengucapkan terimakasih…Namun di kampus pun tak nampak batang hidungnya….Segera Genta menuju asrama di mana Shizuka tinggal…Menurut teman-temannya beberapa hari yang lalu Shizuka pun pingsan sehingga di bawa pulang oleh orang tuanya di Numazu untuk di rawat. Tanpa berpikir panjang…segera Genta berlari menuju station kereta api….memesan tiket kereta shinkansen yang super cepat…Namun perjalanan dua jam kali ini terasa lambat sekali….Akhirnya Genta pun tiba di Shizuoka…lalu berganti kereta lokal menuju Numazu…Begitu tiba, segera Genta menuju rumah sakit yang tak jauh dari station kereta…berlari….dan terus berlari…entah kenapa….Akhirnya dengan napas yang masih tersengal-sengal Genta tiba di depan Shizuka…”Hai….!!!” hanya itu yang sanggup diucapkan Genta….Namun buat Shizuka sepotong kalimat pendek tadi sudah membahagiakan hatinya…

Bulan April…Genta sekarang telah menjadi paman…karena Kitaro mengabarkan bahwa Aya telah melahirkan seorang bayi wanita..bernama Hana….Dan di tahun ini juga Genta dan Shizuka akan menyelesaikan pendidikannya di bulan Juni depan.

Walau perasaan cinta pada Aya masih tersimpan rapat di hati Genta..namun dalam hati Genta terdapat sedikit ruang untuk Shizuka. Akhirnya mereka resmi menjadi sepasang kekasih…walau Shizuka tahu benar siapa yang paling di cintai Genta…tetap saja Shizuka dapat menerima semua itu…

Genta dan Shizuka melangsungkan pernikahan mereka di bulan April tahun depan, setelah ke duanya lulus dan Genta bekerja di sebuah perusahaan multi media besar. Upacara pernikahan mereka berlangsung sederhana saja… namun keduanya saling tidak menuntut lebih…
Ternyata selang satu bulan Shizuka telah hamil….Betapa gembira hati Genta….Kira-kira Februari tahun depan..saya akan menjadi seorang ayah…

Kitaro sang kakak yang kariernya makin melejit…akan segera meninggalkan Jepang, karena akan di tempatkan di cabang perusahaan tempatnya bekerja di Amerika….Dan mereka akan segera berangkat bulan Juni tahun ini juga….
Di bandara…Kitaro menepuk pundak Genta..”Genta semangat ya…!” Kitaro adalah kakak terbaik buat Genta….Apapun itu Genta selalu sayang dan tidak akan menyakiti hati kakak…

Tak terasa waktu berjalan terus….Kini Genta telah di karuniai 2 orang anak….Masako dan kenichi…Kitaro pun kini memiliki 2 anak….sama seperti dirinya…si bungsu juga anak laki-laki…(Hana dan Manabu). Kitaro sering mengajak keluarganya kembali ke Jepang di kala libur sekolah..atau New Year. Anak-anak Genta dan Kitaro pun akrab satu dengan yang lainnya. Demikian pula Aya dan Shizuka….Namun tetap hati Genta bergetar bila menatap Aya…Namun semuanya tersimpan rapat di dalam hatinya….

Kini ke dua orang tua Genta dan Kitaro telah tiada…Genta kini telah berusia 60 tahun..Anak-anak Genta pun sudah mandiri…Hana chan malah sudah memberinya seorang cucu laki-laki yang amat cerdas….Namun kondisi kesehatan Shizuka tahun ini kian memburuk….Akhirnya Shizuka pun menghembuskan nafas terakhirnya di usianya yang ke 60….Sepeninggalan Shizuka…semua terasa begitu sepi buat Genta…Walau sering di tutupinya dengan senyuman. untuk mengisi hari-harinya Genta sering berpergian jauh-jauh…hanya untuk memotret atau pergi ke onseng (tempat permandian air panas) bersama teman-temannya.

Tiga tahun telah berlalu….terdengar kabar bahwa Kitaro wafat di Amerika..karena terkena serangan jantung….Dan akan segera di terbangkan kembali ke tanah airnya….Jepang….Betapa sedih hati Genta mendengar kabar tersebut…..

Setelah hidup menjanda beberapa tahun…Aya beserta anak-anaknya memutuskan kembali ke Jepang…Sementara putri Genta, Masako rupanya mengetahui rahasia yang selama ini tertutup rapat di hati sang Ayah. Karena sebelum Ibunya (Shizuka) meninggal dunia…sang Ibu pernah menceritakan pada dirinya…bahwa cinta sejati sang ayah adalah hanya milik Ayaka…Namun Genta adalah pria yang amat baik dan bertanggung jawab. Tidak pernah sekali pun dalam pernikahan mereka..Genta mengkhianatinya. Karenanya…sang Ibu berpesan pada Masako, bila dirinya telah tiada maka ia diminta bantuannya untuk mempertemukan mereka kembali. Genta hanya bisa termenung mendengarnya…penuturan putrinya…tidak bisa berkata-kata…”Neeehh…otosan..(ayah)…Ibu akan sedih bila ayah tidak bahagia…Ibu ingin ayah bahagia….Kami pun dapat mengerti bila ayah ingin kembali bersama dengan ibu Aya…” lanjut putrinya.”

Genta dan Aya kembali sering berjumpa…apalagi kini mereka kembali bertetangga seperti masa kecil mereka…Saling berkunjung, mengunjungi teman-teman seusia mereka atau melakukan kegiatan sosial bersama-sama.
Suatu hari..ketika Genta dan Aya berjalan-jalan menikmati sinar bulan di musim panas…Genta berkata,” Aya…bagaimana bila kita menikmati sisa-sisa hari tua ini dalam satu atap?”….Aya hanya terdiam dan tersenyum…..Lalu berkata dengan lembutnya..”Genta san…mohon maaf sebelumnya…minggu depan saya akan berangkat keliling dunia dengan cruise…kira-kira satu atau dua bulan lamanya. Ini adalah keinginan terakhir saya..sebelum saya menutup usia…” Terdiam sejenak…” Jaaa…sampai di sini dulu pertemuan kita ya….Sungguh hati saya teramat senang dapat berjalan-jalan bersamamu di malam ini…” Lalu Aya membungkukkan badannya sedalam-dalamnya pada Genta…lalu bayangannya pun menghilang di balik pintu rumah ber cat putih itu…

Genta termenung lama di depan rumah ber cat putih itu…lalu menghela nafasnya dalam-dalam….Walau hatinya sedih…tapi Genta adalah laki-laki yang berhati tulus dan bersih… yang telah merasakan banyaknya pahit getirnya kehidupan dan mensyukuri apa yang telah di dapat sepanjang hidupnya….Bibirnya akhirnya tetap dapat tersenyum….”Aaaah…Apa pun yang menjadi pilihan Aya…selama Aya bisa bahagia…saya pun akan selalu bahagia…!” Demikian guman Genta…Dan Genta pun kembali menyusuri jalan di malam itu…dan bersiap menyongsong hari esok, esoknya lagi dan besoknya lagi..hingga dirinya pun akan dipanggil menghadap sang Pencipta……The End….

4 comments

  1. bagus sekali..dan indahnya mengalir seperti air.
    selamat ya Ko


    • terimakasih byk mbak…jd semangat dech….


  2. blog nya baru, tapi udah banyak tulisannya. hehehe rupanya suka menulis itu gen yang mengalir di darah keluarga kita. oya ada beberapa hal yang mau mona sampaikan tentang tata cara penulisan cerita. tapi kayaknya lewat inbox aja ya ni.


    • Wah…ini yang di tunggu…input atau saran…biar bisa nulis lbh baik lagi…di tunggu ya…trmksh…



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: