h1

SEPOTONG CATATAN GA PENTING…!!!

April 8, 2010

Sekedar ingin sharing sedikit pengalaman-pengalaman saya di Jepang yang ga penting banget.

Di Jepang pun di kenal istilah “Di mana Bumi Dipijak, Di sana langit dijungjung” (GOU NI HARRABA GOUNI SHITAGE).

Namun tak semua niat baik disambut dengan jiwa besar. Ajakan untuk lebih menghargai budaya negara tempat kita berada itu lebih sering malah dianggap menggurui, membuat malu diri orang tersebut dan ikut campur urusan pribadi…

Hal ini membuat saya merenung & prihatin, apakah sebelum diberangkatkan apalagi orang-orang menduduki posisi mewakili bangsa Indonesia di negara lain tidak mendapat pengarahan atau sedikit pengetahuan tentang adat istiadat yang berlaku di negara tempatnya bertugasnya?

Contoh: Alangkah kagetnya saya ketika di salah satu FB bekas teman saya yang notabenenya memiliki posisi lumayan di Jepang, sedang heboh berfoto ria memanjat di salah satu batang pohon Sakura… Padahal bunga Sakura itu sangat dihormati oleh masyarakat Jepang. Sudah seperti simbol kebanggaan masyarakat Jepang. Jadi mekarnya bunga Sakura itu amat di nanti-nanti oleh masyarakat Jepang umumnya.

Tentunya masyarakat Jepang akan terluka bila melihat ada warga asing yang memanjat pohon Sakura hanya demi eforia berfoto ria…Seperti bangsa Indonesia bila melihat “batik diakui sebagai karya negara tetangga”. Dari kecil saja saya selalu di larang keras oleh almrhmh ibu saya untuk memetik sekuntum bunga yang masih menempel di pohon. Hanya boleh mengambil bunga Sakura yang sudah berguguran di tanah. Apalagi memanjatnya. Namun saya malah dianggap membuat malu orang tersebut. Padahal orang yang sedang mabuk saja bila memanjat pohon Sakura, bisa ditangkap polisi.

Lalu ada juga teman saya, yang menulis di FB mengenai SUMO. Menulisnya seolah2 SUMO hanya sekedar olahraga lelucon. Dan menginformasikan bahwa ada PESUMO terkenal dari Jepang yang harus mundur, karena kelakuannya yang buruk. Mabuk dan berkelahi..Tetapi setelah di cek..ternyata asal asli pesumo tersebut bukanlah orang Jepang. Karena masyarakat Jepang sekarang makin memikirkan cara hidup sehat, sehingga makin jarang yang memiliki tubuh sebesar pesumo-pesumo yang asal negara lain. Seperti dari Taiwan, Hawai atau Manchuria.

Saya hanya berusaha menjelaskan filosofi SUMO bagi orang Jepang. SUMO adalah salah satu olah raga yang dihormati. Karena dulunya adalah bagian dari tarian ritual keagamaan (Shinto), yang mana mencerminkan pertarungan antara dua Dewa untuk menentukan siapa yang lebih pantas menjadi pemimpin. Nah..makanya sebagai Dewa..selain kuat (dengan simbol orang Gendut tsb), maka kelakuannya pun harus bisa menjadi suri teladan bagi pengikutnya (masyrkt) dan generasi selanjutnya. Maka dengan gagalnya Pesumo terkenal yang dimaksud oleh teman saya tsb, menjaga kelakuan baiknya, dalam kehidupannya sehari-hari, maka untuk sama2 menjaga muka (menghindarkan malu yang lebih lagi) maka pesumo tersebut harus mundur secara terhormat…

Bisa di bayangkan kah apabila ada rekan kerja orang tersebut yang asli berkebangsaan Jepang membaca tulisan mengenai SUMO secara sembarangan tersebut?

Jepang adalah satu negara di dunia ini yang masih sangat kental budaya tata-kramanya. Namun banyak yang kurang paham apa yang tabu dilakukan.

Misalnya :

Dalam bersikap, banyak sikap yang berbeda antara laki-laki dengan wanita. Mulai dari cara memegang memegang cangkir, cara minum dari cangkir tsb, cara duduk, cara membungkuk badan, cara berbicara, bahasa yg di pakai antara laki2 dan wanita dan banyak yang lainnya.

Demikian pula ketika saya melihat pemuda pemudi kita di sana memakai kimono baik laki2 atau perempuan. Semua hanya untuk kepentingan berfoto ria tanpa memperhatikan pakem (aturan) dalam memakai kimono yang ada. Memang biasanya orang Jepang akan diam saja melihatnya, tetapi alangkah lebih baik bila tokoh-tokoh penting dari negara kita tidak berkelakuan demikian bukan? Karena dipundak mereka ada beban tambahan sbg contoh cermin suatu bangsa yang diwakilinya.

Hal yang tabu lainnya adalah khusus buat para wanita, bahwa bila ingin memoles lagi lipstick setelah makan di restoran. Segeralah pergi ke rest room…Karena pria Jepang tidak suka melihat wanita demikian. Mereka akan melihat kita dengan tatapan yang amat merendahkan. Namun perempuan-perempuan kita sedikit yang paham dan menghargai perasaan laki-laki Jepang yang memang terbiasa melihat wanita memoles bibirnya di sembarang tempat. Bila ditegur, cenderung malah tertawa-tawa dengan nada yang cukup mengganggu suasana restoran.

Sementara yg merokok..please donk…patuhilah di tempat-tempat atau spot-spot khusus telah disediakan untuk merokok. Berbeda dengan di Indonesia ya…??? Masih bisa bebas merokok di mana saja…

Para pekerja kita juga banyak yang kurang paham mengenai hukum yang berlaku di Jepang. Pekerja kita di sana juga kurang menghargai komitmen yang telah dibuat sebelum keberangkatan mereka ke Jepang…sehingga banyak menimbulkan masalah antara majikan dan pekerja…Para pekerja dari Indonesia kebanyakan masih berpikir, mereka bisa seenaknya berhenti bekerja..bila merasa pekerjaannya tidak cocok. Padahal mereka lupa, telah terikat perjanjian hukum yang bila di Jepang hukum tersebut akan benar2 dijalankan bila mereka meremehkannya.

Dalam bekerja orang Jepang sedikit berbicara apalagi bercanda. Budaya kita memang lebih bersosial, tapi bila kita bekerja di Jepang ya mau tak mau tidak bisa terlalu banyak bicara dan bercanda. Dan juga berusahalah untuk tidak banyak mengeluh.

Di Jepang jg sangat memperhatikan AISATSU…Jadi amat penting buat orang Jepang sedikit ber basa basi. (kumpulan kata2 sapaan…contoh: maaf, maaf mengganggu, permisi, terima kasih, apa kabar, selamat pagi, selamat siang, saya pergi dulu, saya telah kembali dsb…). Sementara di negara kita cukup berkembang biak dengan suburnya budaya EGP (Emank Gue Pikirin) atau budaya Ya Sudahlah atau Cuek aja….

Tetapi dalam hal mengenai mengungkapkan sesuatu yang menyangkut integritas diri. Maka orang Jepang akan tetap berkata “A”, apabila itu memang “A”. Bukan untuk memalukan pihak yang melakukan kesalahan, tetapi agar yang melakukan hal yang mengganggu kepentingan orang lain tersebut dapat meng-inropeksi dirinya. Tidak bisa bilang “B” padahal sebenarnya “A” di depan orang yang sebenarnya melakukan kesalahan, tetapi dibelakang punggung orang tsb berkata “A” pada orang lain yang tidak berkepentingan.

Orang Jepang memang masih banyak yang memegang nilai2 leluhur… karena kebanyakan buat masyarakat Jepang bila nilai2 jaman dulu memang bernilai luhur & baik…apa salahnya dipertahankan ya…??? Menurut mereka ga semuanya yang modern…bagusss lho..

Saya sering ditanya…”Lebih merasa sebagai ORANG JEPANG atau ORANG INDONESIA..?” Langsung saya menjawab bahwa SAYA adalah ORANG INDONESIA….yang kebetulan keturunan Jpn. (50% darah saya mengalir darah Jepang). Jawaban tersebut membuat orang Jepang lebih menghormati dan menghargai kita lho….Dibandingkan dengan orang warga negara jelas orang asing tapi bergaya Jepang abizz..

Jepang juga sangat menghargai PERSAHABATAN. Contoh: Hubungan antara adik kelas dan kakak kelas dalam satu lingkup perusahaan sangat kental. Bisa saja dalam sebuah perusahaan yang banyak bekerja di perusahaan itu ya adik kelas atau alumni dari bekas sekolah sang BOSS. Sangat pantang untuk mereka menyakiti hati orang yang telah dianggap sebagai SAHABAT. Apalagi memutuskan begitu saja tanpa alasan yang jelas. Sangat tidak SATRIA.

Bila ada kesalahpahaman dalam hubungan PERSAHABATAN, bukan sifat orang Jepang bahwa harus ada yang salah. Dalam setiap hubungan manusia tidak ada yang seputih dan sehitam itu bukan? Bukankah lebih baik dicari SOLUSI nya agar di masa depan hubungan bisa lebih baik lagi dan lebih dalam memahami PERSAHABATAN itu baik dalam KELEBIHANNYA DAN KEKURANGANNYA.

Jepang memang telah menjadi negara maju di Asia bahkan di dunia…negara yang bersih, teratur dan nyaman buat hidup. Tetapi pernahkah kita merenung sejenak, kenapa mereka bisa demikian..? Pernahkah terpikir oleh kita…bahwa Jepang bisa demikian karena adanya orang-orang, generasi2 yang sebelumnya yang rela bekerja keras & cinta negara serta berjuang buat kehidupan generasi yang mendatang menjadi lebih baik. Dan tak lupa mereka jg mempersiapkan & mendidik generasi mendatang agar mampu melanjutkan apa yg telah dirintis oleh pendahulunya. Akhirnya setelah beberapa generasi melakukan hal yang sama terus menerus..maka jd lah Jepang seperti sekarang…Sebuah proses panjang, berliku dan penuh pengorbanan….

Saya yakin… Bila kita semua memulainya dari sekarang dan kita sama-sa,a terus berjuang dari generasi ke generasi, seperti filosofi bangsa Jepang…maka Indonesia bisa jauuuuuuh…. bahkan bisa lbh majuuuu dari Jepang….!!! Karena INDONESIA adalah NEGARA BESAR….. PERCAYALAH…..

One comment

  1. coba para pemimpin kita itu punya dedikasi kayak walikota dan dokter itu yah … mungkin kita makmur kali yah …😀

    Dan di sini orang-orangnya emang susah menghargai orang … Hal yang sepele misalnya dalam hal merokok … Di bis aja banyak banget yang merokok … nggak peduli walaupun ada ibu-ibu yang udah mengibas-ngibaskan tangan untuk mengusir asap rokoknya … Kalo ditegur malah galakan dia … Nah kalo orang model gini yang jadi pemimpin-pemimpin … nggak heran deh kalo negara kita ancur …😦



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: