h1

Pesan terakhir alrhmah Ibu…”HIDUP HARUS TERUS SEMANGAT…!!!!

April 11, 2010

Ibu saya lahir sebuah desa kecil yang tenang dan damai di Jepang…Tetapi masa remajanya dihabiskan di Ibukota Jepang Tokyo. Tokyo ketika itu belum seperti sekarang ini, yang kini telah menjadi sebuah kota kosmopolitan yang sangat dinamis, modern dan sibuk di dunia ini.

Ibu adalah anak tertua dari 6 bersaudara (3 wanita dan 3 pria). Semua anggota keluarga semua harus bekerja keras, karena di sana tidak ada pembantu seperti di Indonesia.

Sebagai anak tertua, kadang Ibu tidak bisa hadir d sekolah, agar bisa membantu Ibunya merawat adik-adiknya yang masih kecil-kecil. Apalagi ketika Ibunya (OMA JEPANG) sehabis melahirkan, tentunya tenaga Ibu saya amat dibutuhkan, karena Oma (Obaasan) masih tidak berdaya….

Keadaan makin sulit ketika almarhum Opa (Ojiisan)..harus mengikuti wajib militer. Oma dan Ibu saya benar-benar merasakan zaman sulit. Kadang harus menahan lapar, agar adik-adiknya yang ketika itu masih kecil-kecil lah yang bisa makan. Ibu sering menjadi pengantar koran di pagi hari sebelum berangkat sekolah… Ibu adalah anak perempuan, tetapi harus bekerja seperti anak laki-laki. Ibu tidak pernah mengeluh. Semua dilakukan dengan penuh semangat.

Ibu tetap berusaha belajar sebaik-baiknya. Sehingga selalu menjadi juara di sekolahnya. Menjadi kapten volley dan ban hitam karate. Dan Ibu juga beberapa kali berhasil mendapat bea siswa agar orang tuanya tidak usah merisaukan biaya pendidikan nya..hingga masuk ke akademi perawat di Tokyo.

Nah…di sanalah almarhum Ibu bertemu dengan almarhum Ayah…ehem..ehem….!!!

Almarhum ayah saya yang memang sedari kecil menderita THALASEMIA, akibat perkawinan antar kerabat yang lumrah dilakukan dalam suku Minang kala itu untuk menjaga garis darah biru dan juga alasan-alasan lain. Sehingga suatu ketika ketika di Jepang Ayahanda jatuh sakit parah dan harus masuk rumah sakit di mana Ibu saya telah menjadi PERAWAT.

Ketika sudah menikah…Ibu memutuskan mengikuti sang suami yang dicintainya ke Indonesia..Diiringi rasa khawatir yang amat sangat dari orang tua dan sanak saudaranya lainnya. Namun cinta Ibunda lebih kuat, karenanya Beliau tetap mengikuti sang suami. Kekhawatiran dari orang tua Ibu dan sanak saudara yang lain, karena ketika itu negara kita baru saja terjadi kerusuhan G 30 S PKI…Tapi semua itu tak membuat Ibu saya gentar.

Setelah menempuh perjalanan dengan kapal laut selama 2 hari 2 malam..tibalah di pelabuhan Tanjung Priok. Keadaannya masih amat sangat rawan dan kacau…Cukup membuat para istri2 yang semuanya berasal dari Jepang (berjumlah 13 orang) ketakutan setengah mati. Ada yang hanya tahan beberapa bulan saja, lalu langsung kembali lagi ke Jepang lagi. Tapi ada juga yang bertahan…termasuk Ibu saya.

Yang lebih menyedihkan lagi..yaitu begitu turun dari kapal laut tersebut, dompet ayah saya di copet..! Hingga sebagian uang yang sangat dibutuhkan untuk memulai hidup baru di Jakarta kian bertambah sulit.

Karena study ke Jepang nya atas biaya Pemerintah, Ayah harus bekerja di pemerintahan dengan gaji yang sedikit.

Namun semua dihadapi dengan tabah dan tetap semangat…!!!

Satu demi satu…kami anak-anaknya lahir…Beliau selalu bekerja keras, baik sebagai istri, ibu dari anak-anaknya dan pegawai di suatu instasi pemerintahan Jepang di Jakarta. Beliau selalu bekerja dengan penuh semangat..!!!

Akhirnya…di masa tuanya pun demikian…Ibu selalu bekerja…!!!

Jarang beliau hanya mementingkan dirinya sendiri…Walau kadang saya melihat Ibu diam-diam menangis karena sering menemui orang yang kurang menghargai segala usahanya. Tapi selalu tidak lama. Ibu tidak ingin berlarut2. Selalu Ibu bangkit kembali dan kembali menunjukkan semangat juang nya yang luar biasa itu…!!!

Hingga sebelum ajal menjelang…Ibu di vonis terkena kanker Pangkreas…Sejenis kanker yang sangat ganas. Menurut dokter yang merawat almarhumah, menurut data selama ini, hanya ada seorang pasien saja yang berhasil memperpanjang usia sampai dengan 2 tahun setelah dirinya ter vonis kanker ini. Rata-rata hanya bertahan 6 bulan sampai dengan 1 tahun.

Mengetahui hal ini…Ibu bukannya “Down..” , tetapi malah semakin berusaha menikmati sisa hidupnya…Ini yang sering membuat para dokter, pasien-pasien lainnya, teman-temannya dan orang sekitarnya tidak percaya bahwa beliau itu penderita kanker pangkreas. Karena wajahnya cerah ceria dan happy2 aja..dan aura semangatnya itu sangat super…

Kini Mama telah tiada…Tapi pesan terakhirnya agar hidup selalu SEMANGAT membekas di dalam di hati saya yang terdalam. Apalagi ketika saya dalam keadaan sedih atau bila sedang merasa sunyi…Selain mengingat TUHAN..sungguh bila mengingat pesan dari Ibu…kembali membuat diri saya berusaha bangkit lagi…

Saya juga ingin hidup semangat seperti Ibuuuu….!!!!

Mother….I Love You Full…….muachhhh…..

3 comments

  1. iya … kita doakan Mama dan Papa … semoga dilapangkan kuburnya … dan mendapat ampunan dan cucuran rahmat dari Allah SWT … Amin …

    Hmmm … Papa dan Mama sebenarnya mirip yah semangatnya … walau ditimpa sakit yang berat … tapi nggak putus asa dan tetap semangat meskipun vonis dokter bisa bikin mental down …


  2. saya mengingat emak saya………….:(((((
    yang juga kanker paru2……dan telah tiada di usia 48 tahun tepatnya setaun yang lalu…
    tetap semangat!!!!!!!!!!!


    • Takdir semua umat manusia telah digariskan oleh YME..Sy mendoakan smg Ibunda Nurul pun mendapat tempat yg terbaik di sisi Yang Maha Kuasa…
      Dan yg ditinggalkan mendoakan almrhmh dan TETAP SEMANGAT…GAMBARIMASU NEEH…



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: