h1

BAGAIMANA ALMRHMH IBUNDA KAMI (YG 100% ORG JPN) MENANAMKAN RASA CINTA TANAH AIR, INDONESIA, PD ANAK2NYA..?

August 17, 2011

Sebuah station radio yang meneleponku pd jam 22.15. Station radio itu berencana akan meng-interviewku melalui telephone yang rencananya akan disiarkan esok paginya jam 7.30-8.00 tgl 16 Aug 2011. Aku agak tergelitik dengan topik yang diajukan oleh station radio tsb.

Topik tsb adalah “BAGAIMANA ALMH IBUNDA KAMI MENDIDIK KAMI (ANAK2 KETURUNAN) UNTUK MENCINTAI INDONESIA…?” Setelah berpikir sejenak, akhirnya aku meng-iyakan. Karena sifat interviewnya adalah sebagai sharing saja. Station radio tsb berjanji akan menelephone lagi keesokan paginya.

Malam yang tadinya kukira hanya tinggal melakukan kegiatan beristirahat alias bobo harus berubah. Aku jadi tidur larut, karena berusaha mengingat-ingat ke masa kecilku lagi, dan berusaha mencari jawaban apa yang harus kuberikan. Aku juga menelephone saudara-saudara kandungku untuk meminta masukkan.

Jujur, hal itu aku lakukan semua itu karena aku juga takut salah bicara… Dan setelah membuat sedikit corat coret dan juga membuat sdkt broadcast melalui BBM pada handai taulan dan teman-teman, mengenai rencana interview radio ini, krn siapa tau ada saudara atau teman yg memiliki waktu dan juga tertarik mendengarkan topik ini.

Barulah setelah itu aku bisa beristirahat sejenak krn jarum jam sdh menunjukkan angka 24.00 lebih….Dan pd jam 3.30 pagi sudah harus bangun lagi untuk sahur bersama keluarga.

Keesokkan harinya, setelah seluruh keluarga berangkat untuk melakukan kegiatan masing-masing. Aku pun mulai bersiap-siap juga.

Dan karena  janji interview tersebut, maka ada sebuah kegiatan hari itu yaitu pergi tadarusan harus kubatalkan. Sambil menunggu, aku melakukan kegiatan-kegiatan rumah tangga rutin.

Waktu yang telah dijanjikan berlalu detik demi detik. Aku tetap menunggu sambil mempelajari kembali coret-coretan ku semalam. Namun telephone itu tak juga berdering. Lewat dari waktu yang telah dijanjikan. Akhirnya aku kirim sebuah sms dengan pesan yg amat pendek…”Pak…??? Jadi kah…???”

Tak lama, hp-ku menerima sebuah sms, yang isinya..”kayaknya engga dech…dst…dst…!”….Melongoooo dech…Dalam hatiku hanya bisa mengucap Astaqfirllah…yach, ini mungkin adalah salah satu contoh kongkrit perbedaan antara budaya Jepang dan  budaya Indonesia nkalee ya…?

Terdorong oleh rasa tanggung jawabku pada seluruh handai taulan dan teman-teman yang mungkin saat itu sedang mantengin radio yang tiba-tiba membatalkan acara interview itu hanya dengan sebuah sms…Maka aku kembali membroadcast message melalui BBM…Alhamdulillah…aku merasa gembira, karena melihat kenyataan bahwa respon dari handai taulan dan teman2 lebih banyak yang bereaksi dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut kurang pantas di tiru. Walaupun ada juga yang tersirat malu-malu bahwa mereka tengah tertawa puassss bahkan ada yang jujur mengatakan bhw msh byk jalan lain untuk populer….hahaha…Well….That is life….!!! Aku tidak mau ambil pusing…terserah ajah…

Tetapi note ini tetap ingin kubuat untuk catatan diri sendiri sambil mengenang almarhumah Ibunda tercinta. Dan juga mungkin juga suatu saat kelak, catatan ini msh bs bermanfaat untuk anak-anakku sendiri dan juga keturunan2ku selanjutnya…Jadi hanya sekedar untuk sharing aja lho ya…😀

Memang benar ada ungkapan bahwa di setiap kejadian selalu ada hikmah. Walau kejadian tersebut mungkin tidak mengenakkan, tetapi semua bisa terjadi karena adanya izin Allah SWT juga. Tanpa kejadian di atas, mungkin aku tidak akan pernah menuliskan note ini, untuk menuangkan jawaban dari pertanyaan yang menjadi judul di atas…

Almarhumah Mama, ketika berusia 24 tahun berjumpa dengan almarhum Papa di Jepang. Di mana saat itu Mama adalah perawat di sebuah rumah sakit besar di Tokyo. Sedang Papa adalah seorang mahasiswa yang dikirim oleh pemerintah Indonesia untuk belajar tehnik elektro di sebuah universitas di Tokyo.

Papa yang sedari kecil memang sudah memiliki penyakit thalasemia, beberapa kali harus di rawat di rumah sakit tempat Mama bertugas. Cinta pun bersemi….(cihuyyyyy…hihihi….!!!!)

Singkat cerita, akhirnya Mama dan Papa berencana untuk menikah di Jepang. Namun itu bukan tanpa kendala yang ringan. Mama berasal dari sebuah keluarga yang masih amat traditional. Di mana almrhm Opa (bapaknya Mama) amat menentang pernikahan ini. Beliau keberatan kelak putrinya akan pergi ke sebuah negara yang menurut berita-berita media massa di Jepang yang menuliskan bahwa keadaan Indonesia yang baru mengalami pergolakan politik G 30 S PKI masih sangat kacau balau. Dan juga kondisi kesehatan Papa yang kurang baik, amat menjadi concern Opa untuk tidak menyetujui rencana itu.

Oma Jepang yang mendidik anak-anaknya dengan cara amat traditional pun sadar bahwa bila putrinya tetap akan menikahi laki-laki pilihannya, maka dirinya mau tidak mau harus melepasnya dan mungkin dalam waktu yang cukup lama akan sulit berjumpa dengan anaknya lagi. Karena dirinya lah yang MENDIDIK DAN MEMBERI CONTOH bahwa pada anak-anaknya di semua aspek kehidupan tumbuh kembang anaknya.

Salah satunya didikan Oma adalah bila seorang wanita yang telah menentukan pasangannya itu, maka ia harus bisa total mengikuti warna dari laki-laki yang dicintainya itu. Ya…seperti itulah Oma-ku yang setia selalu mendampingi Opa secara TOTAL.

Mama tiba di persimpangan jalan yang amat berat. Namun bila sudah jodoh, maka tidak ada satu pun yang bisa menghalanginya. Keputusan Mama untuk bersikap total pun langsung diperlihatkan. Yaitu dengan langsung mengikuti agama yang di anut oleh Papa menjadi muslimah dan mengubah kewarganegaraannya. Hal ini tentu tambah membuat Opa Jepang makin marah besarrrr…

Hari pernikahan pun tiba…Walau tidak dihadiri oleh kehadiran keluarganya. Tetapi melalui sepucuk surat, Oma yang amat halus bersikap ini menuliskan bahwa dirinya bisa mengerti apa yang tengah dirasakan oleh anaknya. Oma bisa mengerti bahwa Mama sudah mencintai Papa…dan Beliau memberikan restunya. Dan berpesan agar Mama mendedikasikan dirinya total pada suami, keluarganya dan tanah airnya yang baru…

Membaca surat Ibunya inilah yang kembali membangkitkan semangat dan keyakinan pada Mama untuk melangkah disamping laki-laki yang dicintainya kemana pun dirinya akan dibawa, maka ke sanalah Mama akan selalu disampingnya.

Seusai Papa menyelesaikan studynya, maka tiba waktunya kembali ke Indonesia. Bersama dengan ke 14 rekannya yang lain…yang semuanya membawa para Istri-Istri Jepunnya masing-masing..Mereka kembali ke tanah air dengan menggunakan kapal laut. Dua hari yang diperlukan untuk tiba di pelabuhan TANJUNG PRIOK. Para istri Jepang terlihat amat kaget dengan suasana kacau banget di pelabuhan tersebut. Banyak orang yang berpakaian amat kumuh dan compang camping. Pelabuhan yang amat kotor dan banyak wajah-wajah yang kosong tanpa harapan….

Ya…Indonesia yang baru saja mengalami pergolakan politik G 30 S PKI, membuat suasana pelabuhan sungguh amat mengerikan bagi wanita-wanita Jepang ini. Sehingga, dari 14 pasang yang tiba bersama, ada pasangan yang hanya 2 bulan saja..sang istri sudah mengucapkan bye..bye…dan kembali ke Jepang…hehehe…Dan, yang bisa meneruskan pernikahannya mencapai usia pernikahan 15 tahunan tinggal 4 orang saja…Ya..para istri Jepang tersebut kembali ke Jepang satu demi satu dengan alasan masing2…

Kehidupan Mama makin berat…Tp bukan cerita ini yang akan ditulis kali ini…Lain episode…hehehe…

Nah…satu persatu buah hati cintanya lahir…Sementara hubungan dengan keluarga di Jepang baru bisa terjalin kembali setelah kelahiranku…Dan ketika aku berusia 2 tahun, aku sudah dibawa Mama mudik ke Jepang. Ya…hanya aku dan Mama…Sementara Papa dan kakakku yang laki-laki tetap di Indonesia.

Saat itu adalah untuk pertama kalinya Mama bisa bertemu kembali dengan keluarganya. Mama berkata, ketika melihat cucunya, yaitu aku, akhirnya dinding ego Opa yang tebal yang selama ini memisahkan antara Mama dengan Ayahnya runtuh sudah..Opa menangis tersedu-sedu menggendong cucunya ini…(mungkin krn melihat wajah imutku nkaleee ya…??? qiqiqiqi)

Mama selalu mengatakan bahwa memang 50% darah kami mengalir darah Jepang. Namun kalian adalah anak Indonesia.

Ketegasan Mama dan Papa, ditunjukkan dengan memasukkan semua anak-anaknya masuk ke sekolah-sekolah negeri Indonesia saja dan bukan ke sekolah anak-anak Jepang. Padahal Mama itu pernah menjadi guru di sekolah Jepang itu. Dan banyak teman-temannya yang memasukkan anak-anaknya yang berdarah campuran spt kami ke sekolah Jepang daripada sekolah negeri yang fasilitasnya kalah jauh dengan yang ada di sekolah Jepang, di mana kami cuma sering datang untuk menjemput Mama seusai mengajar.

Dan ketika Mama bekerja sebagai salah satu staff di kedutaan besar Jepang di Jakarta, kami tidak lantas dipindahkan ke sekolah anak-anak Jepang. Tetap di sekolah-sekolah negeri milik pemerintah Indonesia.

Tetapi di sekolah negeri di mana kami menuntut ilmu, kami suka jengkel dan menjadi sedih, karena kami suka menjadi bahan ejekan karena memiliki darah Jepang…

Pernah aku menanyakan, “kenapa teman-teman suka meledek bahwa aku Jepang bukan orang Indonesia..?”

Mama Cuma tersenyum dan berkata….bahwa aku adalah orang Indonesia dan suatu saat nanti mereka akan lihat bahwa Mariko kecilku benar orang Indonesia…!!!

Sering Mama dan Papa berbicara dalam bahasa Jepang. Namun, bila berbicara dengan anak-anaknya..Maka Mama akan menggunakan bahasa Indonesia yang kadang-kadang aksennya membuat kami tertawa terbahak-bahak dan bukan dengan bahasa Jepang.

Mama juga sering berkata bahwa Indonesia amat memiliki seni budaya yang luar biasa. Beliau mengatakan bahwa Indonesia itu kaya dengan keaneka ragaman.

Waktu kecil, aku benar-benar tidak paham dengan ucapan Mama ini..Baru setelah agak besar..mulai paham..bahwa benar sekali apa yang di ucapkan Beliau…Contohnya: dari segi bahasa saja…Bahasa Sumatra Barat benar-benar berbeda dengan bahasa di Papua kan..? Sungguh sebuah harta yang tak ternilai lho….Belum lagi berbagai keanekaragaman yang lain..spt makanannya, pakaian traditionalnya, tari-tariannya, rumah adatnya, alat musiknya, keindahan alamnya dan masih banyaaaaaaaaakkkk lainnya…yang kalau benar-benar bisa dikelola dengan baik…wah…turis seluruh dunia..pasti tidak akan bosan-bosan mampir ke Indonesia lho….

Berbeda dengan Jepang kan…? Yang hanya memiliki bahasa yang akan sama baik di pulau Kyusu, Shikoku, Honshu, Hokaiddo dan di semua pulau-pulau kecil lainnya yang dimiliki Jepang. Makanannya pun…mirip semua kan…? Tariannya juga sama semua…Tetapi karena dikelola dengan baik…maka hasilnya bisa jadi baik…hehehe

Mama juga pernah bilang…bahwa budaya orang Indonesia itu menarik. Orangnya sangat ramah dan terbuka…Sedang di Jepang orangnya memang ramah-ramah juga…tetapi biasanya…tidak bisa langsung terbuka….Ga percaya…???

Contoh: Bila di Indonesia…ada turis asing datang..Maka tidak segan2 akan langsung mengundang bahkan menjamu tamu asing tersebut main ke rumahnya…Tp, coba kalau di Jepang…hahaha…rasanya ga mungkin dech….

Contoh lain…bahwa kalau di Indonesia…pertengkaran sesengit apa pun itu, tidak akan pernah bisa merusak hubungan kekeluargaan. Hubungan kekerabatan di Indonesia dirasa oleh Mama lebih erat…Tetapi kalau di Jepang…Wah…kalau sudah ada pertengkaran yang sampai merusak rasa kepecayaan yang telah diberikan seseorang…pasti..pasti…akan sulit untuk menjadi tersambung lagi bahkan hubungan keluarga dan persahabatan bisa terputus selama-lamanya.

Yach…lain ladang lain belalang…Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Memiliki ke-khas-an sendiri-sendiri…

Dari Mama yang 100% Jepang itu, bukan berarti kami tidak diperkenalkan dengan nilai-nilai dari Jepang lho….Kami diajarkan juga koq…. Spt: harus bersikap sopan, harus jujur, harus disiplin, harus kerja keras…harus tepat waktu, harus rajin bekerja, harus duduk dan berdiri tegap, tidak boleh mudah menyerah, tidak boleh sembarangan, buang sampah..tidak boleh sembarangan bikin janji, tidak boleh sembarangan menyakiti orang lain, tidak boleh sembarangan mengganggu ketenangan orang lain (spt bicara atau tertawa dengan suara terlalu besar)..Dan banyaaaaaaakkkk ajaran nilai-nilai Jepang yang ditansfer oleh almrhmh Mama…Yang tidak pernah diajarkan oleh Mama kayaknya cuma yg harus sampai kamikaze dan harakiri aja dech…hehehe…

Sesungguhnya banyak nilai-nilai Jepang dan Indonesia yang ga jauh berbeda kan…? Masalahnya adalah bisakah kita menerapkannya dalam keseharian kita aja koq…setujukah…??? hehehe…

Bahkan, hingga akhir hayatnya Mama masih memegang passport Indonesia. Dan sebenarnya mendapat tawaran dari pemerintah Jepang untuk kembali menjadi warga negara Jepang. Dengan kembali Mama menjadi warga negara Jepang, Mama akan mendapat hak-haknya kembali seperti apa yang akan diterima oleh warga negara Jepang yang sudah berusia lanjut. Walau akhirnya Mama kembali menetap di Jepang, namun kecintaan Mama pada Indonesia tidak pernah luntur. Hingga akhir hayatnya, Mama tetap memilih meninggal dunia sebagai orang Indonesia.

Almarhumah yang juga penderita kanker pangkreas ini sebelum meninggal dunia sempat  mendirikan sebuah Yayasan yang memiliki kegiatan persahabatan antara pemuda pemudi Indonesia dan Jepang yang di sebut KOKUSAI BUNGKA KORYU SHINJUFUJIN NO KAI atau di kenal juga dengan sebutan LBJ, LINTAS BUDAYA JEPANG. Di mana siswa siswi Indonesia yang memiliki ketertarikan dan ingin tahu lebih banyak mengenai Jepang bisa ikut serta program ini. Tujuan dari almarhumah, bukan ingin menjadikan anak-anak Indonesia menjadi anak Jepang. Tetapi lebih pada tujuan ingin agar generasi-generasi muda Indonesia berpikir dan mendapat inspirasi agar dapat menjadikan Indonesia lebih baik lagi di masa-masa depan. Dengan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang amanah…

Kegiatan non profit ini telah dilakukan sejak 2007. Baru 2 tahun yayasan ini didirikan, Mama sudah harus kembali ke pangkuan Illahi..Bersama-sama dengan koneksi teman-teman almarhum di Jepang, kegiatan yang di bangun oleh Mama ini, alhamdulillah tetap kami pertahankan hingga sekarang.

Hanya sedikit catatan tambahan aja…Karena dibesarkan dalam budaya dua bangsa, hal yang terpenting yang kuperoleh dengan mengalirnya 50% darah Indonesia bahwa di Indonesia aku lebih memiliki kesempatan mengenal adanya didikan AGAMA. Tuntunan agama adalah sangat penting dalam menjalankan kehidupan ini agar selamat dunia dan akhirat…

Karena menyadari bahwa tulisan ini banyak memiliki kekurangan, mhn kiranya dapat dimaklumi ya…Trmksh..

DIRGAHAYU INDONESIA..SELAMAT ULANG TAHUN KE 66 YA…!!! MERDEKA…!!!

2 comments

  1. senang sekali membaca kisah diatas. Saya terkesan dengan nasionalis yang justru dipunyai oleh seorang yang bukan pribumi. Ini sebuah bukti bahwa indonesia patut dicintai,apalagi oleh anak2 ibu pertiwi sendiri. Semoga alm.h mendapat sebaik2nya tempt disisi Allah swt.amien..
    (rizal. 085246188146)


  2. Subhanallah seneng banget baca postingan ini, tepat sehari nih setelah 17 Agustus kemarin :’)

    Iya aku juga setuju banget Mariko-san, terlebih dengan nilai-nilai orang Jepang yang aku berkesempatan untuk merasakan selama dua minggu di Obihiro, dengan mengenal budaya yang lain bukan berarti menjadi orang dari daerah tersebut tapi justru untuk membuka wawasan akan nilai-nilai positif yang bisa kita pelajari dari, dalam hal ini, negara Jepang.

    Aku baru tau nih ttg LBJ, semoga aku bisa berkesempatan ikutan kegiatan LBJ, kira-kira pusatnya dimana ya?😀

    Tetap istiqomah ya Mariko-san untuk menjembatani dua budaya Indonesia-Jepang ini lewat kegiatan” LBJ. Ganbatte kudasai!😀



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: