h1

PENGALAMAN BARU: BICARA DENGAN ORANG YG GA KENAL SAMA SEKALI

September 27, 2011

Berbicara dengan orang yang tidak dikenal sama sekali, tentu amat sangat dilarang oleh ke dua orang tuaku ketika aku msh kecil. Tentu nasihat yang berupa larangan tersebut diajarkan demi kebaikkan anaknya sendiri.

Baru kali ini larangan tersebut aku langgar…Tapi aku berusaha hati-hati dan liat2 orangnya juga koq…Aku memang sedang mencari sesuatu yang bisa aku kerjakan secara rutin untuk mengisi waktu luangku, spt kegiatan menulis, membaca dan mencoba memperdalam pengetahuan agama. Apalagi tahun ini kegiatan LBJ (LINTAS BUDAYA JEPANG) absen…LBJ, adalah perjalanan seperti program pertukaran budaya antara Jepang dan Indonesia, yang diperuntukkan untuk siswa siswi SMP/SMA dari sebuah sekolah yang merupakan salah satu sekolah terbaik yang ada di Jakarta. Jadi terasa banget waktuku banyak kosong…karena dalam kegiatan LBJ aku sering menemukan hal-hal baru dan menarik. Seperti halnya ketika aku harus mengurus ke 4 orang anakku. Karena di tiap harinya, pasti ada suatu perkembangan dan pertumbuhan anak yang terus tumbuh dan membuatku amat bahagia, kalau aku bisa melewatinya. Dan itu membuat inspirasi hidupku berkobar-kobar lagi.

Alhamdulillah, anak-anak kini makin dewasa dan telah memiliki kegiatannya masing-masing yang makin menyita waktu mereka. Cuma si kecil saja yang masih sering menemaniku dan yang paling cepat jadwalnya untuk bisa segera balik ke rumah. Tetapi tetap saja sudah sore.

Maka sekarang sering terlintas untuk melakukan sesuatu yang waktunya ga terlalu menyita waktu dan tenaga. Tetapi karena belum menemukan yang cocok…Akhirnya, aku jadi suka izenkkk mencoba sesuatu pengalaman yang baru, yang dulu rasanya sulit bisa aku lakukan. Tapi tentu harus tetap dalam koridor nilai-nilai yang tertanam selama ini. Maka, aku mulai mencoba pergi bersantai-santai ria di spa sendirian, pergi refleksi sendirian, pergi makan sendirian, pergi ke toko buku sendirian dll…Awalnya rasanya amat aneh…benar-benar aneh dan ga nyaman…!

Tetapi mungkin setiap manusia memang harus siap-siap buat balik ke Rahmatullah sendirian juga kan…? hehehehe…

Ya…sekali, dua kali, tiga kali…kalo makan sendiri..benar2 nikmatnya terasa berbeda. Lebih enak bila ada teman ngobrolnya.

Maka, tadi aku mencoba mengajak seorang nona manis yang duduknya persis di sebelahku, yang kebetulan juga sedang makan sendiri. Awalnya aku ragu, takut si nona tsb merasa terganggu. Karena dengar2, katanya anak2 skrg lebih individualis. Aku coba tanya, apakah masih kuliah atau sdh kerja. Ternyata sudah kerja. Dan karena cuma pake kaos polo dan celana panjang jeans. Saya nanya lagi donk..Oh, sedang cuti ya..? Ternyata si nona ini masih bersedia meladeni…dan menjawab bahwa pekerjaannya EO, jadi ga perlu pake baju kantoran. Dasar aku bawel nkalee ya…? Nanya lagi, Oh..EO wedding ceremony ya…? Si nona menjawab setelah berhasil mengunyah sushi yang baru dimasukkan ke mulutnya…Ternyata kerjanya di bagian keuangannya, jadi nona tersebut Sarjana Ekonomi dari sebuah univ swasta terkenal. Ketilka tau bahwa my hubby jg dosen ekonomi, barulah si nona lebih relax…Rupanya profesi dosen msh merupakan sebuah profesi yang masih dihargai oleh nona manis ini. Alhamdulillah…

Nah…dari sana mulailah pembicaraan koq mulai belok ke arah nilai-nilai yang dianut di zaman ku dengan zaman si nona manis ini. Rupanya nona ini benar-benar takut untuk menikah…Haaaa…??? Kini gantian, sushiku yang hampir nyangkut…hehehe

Aku tanya kenapa…?

Rupanya di usianya yang sudah mencapai 24 tahun, nona ini melihat bahwa selain banyak temannya yang perkawinannya cuma bertahan hanya sesaat dan juga di tambah menurut nona ini lagi lho…bahwa lembaga perkawinan di negara kita tidak berlaku adil terutama untuk kaum hawa.

Sehingga, nona ini masih ingin senang-senang. Masih ingin karir, masih ingin bebas dan masih ingin pergi traveling ke banyak negara lain.

Tapi ketika si nona ini tau bahwa aku punya anak 4 orang dan jarak antara anak pertama dan terakhir yang memiliki jarak 10 tahun, ternyata biaya membesarkan anak-anak juga makin terasa banget perbedaannya. Yang terakhir makin terasa banget mahal-nya (spt biaya periksa dokter, biaya beli susu, biaya rumah sakit, biaya pendidikan dll)…Contoh: dulu zaman anakku yang pertama yang sekarang sudah kuliah di tingkat 3, susu baby kaleng dg merk sama dan gram yang sama hanya rp 22.000…Maka di zaman adiknya yang terkecil (skrg kls 5 SD) harganya sudah mencapai rp 86.000…Maka si nona mulai menghitung usianya…dan..harus nabung berapa buat anaknya nanti…hahaha

Dan nona ini tetap berprinsip bahwa perjanjian pra-nikah itu sekarang wajib…Karena dari sana lah paling tidak mendapat janji hitam di atas putih, buat kesejahteraan dirinya dan anaknya kelak, bila calonnya selingkuh…Aku jd mikir….kasian juga ya anak-anak sekarang ya…? Benar-benar banyak hal yang mereka khawatirkan dan terombang-ambing dengan pikirannya sendiri….Trus, apakah perjanjian dengan Tuhan nilai nya di taruh di urutan ke berapa ya…??? Apakah anak-anak ini tidak yakin bahwa Tuhan akan membalas semua kejahatan sampai yang terkecil sekali pun…? Hanya menghitung berapa tunjangan yang bakal di dapat dan dalam ukurannya akan menjamin kesejahteraan dirinya dan anaknya.

Sampai kami selesai makan dan pisah…Baik aku dan si nona manis tersebut..sama sekali tidak tahu hal-hal pribadi kami satu dengan yang lain…Bahkan hanya sekedar nama pun..aku tidak tahu…

Sungguh hal yang amat berbeda dengan zaman ku dulu ya…? Paling tidak, dulu yang muda akan memperkenalkan dirinya lebih dulu seperti aturan tata krama yang cuma diajarkan turun temurun dari keluarga…

Memang zaman sudah jauh berubah ya…???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: