h1

SEKEDAR SHARING…

December 6, 2012

Saat aku berangkat remaja, rasanya jarang sekali laki-laki dalam pergaulanku yg akan mengaku terus terang pada publik bahwa dirinya merasa “ganteng”.

Entah karena sekarang adanya media net working dan tehnologi2 canggih atau ada hal2 lainnya. Tapi tdk bisa dipungkiri bahwa jaman sekarang rasanya kita makin mudah menemukan laki-laki yg mengaku “ganteng” pd publik tanpa terlihat adanya ekspresi malu-malu, jengah dan tdk merasa dengan berbicara demikian itu ada sdkt tersirat kesombongan diri dan kepedean.

Walau perilaku banyak manusia jaman kini telah banyak berubah dan makin complicated dibandingkan jaman2 yg lampau, tp pasti di tiap orang ada keinginan untuk menemukan belahan jiwanya yg baik dan tepat bukan?

Jadi teringat salah satu pembicaraan dg ke dua orang tuaku ketika aku msh remaja. Aku bertanya, “BAGAIMANA CARA UNTUK BISA MENGUKUR SEORANG LAKI-LAKI UNTUK BISA MENJADI BELAHAN HIDUP.?”

Ini semata hanya pembicaraan ringan di saat santai antara aku dan ke dua orang tuaku aja lho…Pembicaraan yg memang tdk bs disamakan dg pembicaraan dari para ahli psikologi atau motivator kerlg atau para ahli yg memang telah dibekali ilmu yg cukup untuk menjelaskan lbh baik dan rinci.. Tetapi orang tuaku paling tidak telah memberikan sedikit waktunya dan perhatiannya dengan mencoba menjawab dg memberikan jawaban terbaik mereka thd pertanyaanku saat remaja tsb, yang sangat meninggalkan salah satu memory indah yg terus mewarnai dlm setiap ayunan langkah kehidupanku berikutnya…Oke..?

Jadi, tulisan ini benar2 hanya sekedar sharing semata..

Almrhmh Ibuku yg asli orang Jepang mencoba menjawab pertanyaanku:

“Cobalah untuk membuat bayangan imajiner garis lurus vertikal dari ujung kepalanya sampai ke ujung kakinya…”, demikian Ibu mengawali penjelasannya.

Mulai dari titik penting pertama yaitu dari ISI OTAK-nya dulu. Apakah inteligensia, pola pikiran dan cara lelaki tsb memecahkan sebuah permasalahan sdh SESUAI dg kriteria diri kita sendiri dan keluarga atau belum..?

Kalau sudah, baru turun lagi ke titik penting berikut, yaitu mulut, bibir dan lidahnya…Di area ini..bisa di nilai KUALITAS pembicaraannya..Apakah lebih banyak mengeluarkan pembicaraan yg berkualitas? (berisi, baik, bermanfaat). Atau lebih banyak pembicaraan sampahnya…?

Contoh pembicaraan sampah yang di maksud adlh:

1. Apakah dalam bicara terlalu sering narsis or kepedean kah..? Karena menurut almarhumah Ibuku lho….Biarpun laki-laki seperti ini benar sdh sukses dalam karir atau sdh jadi kaya raya, tetapi sesungguhnya laki2 spt ini bukan “orang besar” dlm arti yg sesungguhnya, krn sll memerlukan adanya PENGAKUAN dari orang sekitarnya. Dan laki2 yg terlalu kepedean spt ini biasanya akan lbh sering menyakiti perasaan pasangannya dan keturunannya, krn sering kali terjebak dlm situasi selalu ingin jadi pusat perhatian untuk mendapat pengakuan, shg biasanya tak pandai untuk memberikan perhatian pd orang-orang yang seharusnya mendapat perhatian tulus darinya.

2. Apakah pembicaraanya hanya tong kosong berbunyi nyaring saja?
Karena menurut Ibuku, agak repot juga kalau kita dapat pasangan spt ini, krn laki-laki inilah yg akan kita jadikan pimpinan dlm rumah tangga dan semua “warna”nya sebaiknya dipatuhi istri dan keturunannya sbg tanda hormat pd pimpinan (suami) dlm rumah tangga, tapi ternyata ilmu pengetahuannya baik dlm pengetahuan religiusnya, pendidikan formalnya dan dlm kehidupan bersosialisasinya, ternyata MINIM dan TIDAK MENDALAM, shg hanya bs melihat permasalahan di permukaan saja, maka akan lebih sering memberikan solusi hanya untuk jangka pendek.

Dan yg paling penting adlh yg no 3. Apakah perkataannya itu ada ketulusan, kejujuran dan kebenaran..?
Jika iya…baru kita bisa melanjutkan penilaian ke titik penting berikutnya. Tp bila di nomer 2 saja sudah tdk bs dipertanggung jawabkan…saran my Mom adlh hubungan STOP saja..lbh baik cari lagi aja dech…Alasan apa?…Berikut penjelasannya..:D

Selesai urusan area mulut, baru bs turun lagi ke titik penting lainnya dari seorang laki-laki…yaitu HATI nya..Msh menurut alhrmh Ibu tercinta..hubungan antara area mulut dan hati amat dekat..

Alasannya adlh: Hal yg paling mudah untuk bisa MELIHAT KUALITAS seorang laki-laki…ya…saat di mana laki-laki tersebut berbicara mengeluarkan jalan pikirannya atau mengungkapkan segala hasrat terpendamnya…

Nah..bila mulut sdh terbiasa berkata hal-hal yg tidak benar, maka hatinya pun akan susah untuk di harapkan tetap berada di garis lurus tadi, pasti garisnya kemungkinan besar akan selalu acak-acakan…

Tetapi, bila seorang laki2 yg biasa menjaga pikiran dan perkataannya maka biasanya di hatinya sll ada sinar kebaikan dari laki2 tsb yg bisa membahagiakan istri dan keturunannya kelak…

Dan laki2 yg terbiasa menjaga perkataannya ini bila suatu saat nantinya mengalami sebuah cobaan yg membuat dirinya tersandung atau khilaf, maka laki2 spt ini biasanya akan lbh mudah menerima ajakan untuk kembali ke jalan yg benar…

Nah..sampai urusan hati masih bisa dalam satu garis lurus, maka umumnya LAKI2 spt ini, untuk urusan di titik penting berikutnya pun yaitu titik urusan syahwatnya pun akan bs dipertanggung jawabkan dunia akhirat…alias setiaaaa…:D

Itulah jawaban panjang lebar tp penuh cinta seorang Ibu yg berusaha memberikan bimbingan terbaiknya. Seorang Ibu yg hanya memikirkan kebahagiaan putrinya dan seorang Ibu yg selalu melimpahkan kasih sayang tulusnya, mengorbankan seluruh hidupnya tanpa berharap balas dan mencintai dengan sepenuh jiwa dan raganya…Mama..I love you so much..

Bagaimana dg jawaban Ayahandaku..?

Alm ayahku yg asli Indonesia memberikan jawaban sbb:
“Yang penting Papa bisa percaya, yakin dan ikhlas melepas serta menyerahkan putri Papa dlm sebuah pernikahan pd laki-laki yg akan memberikan kebaikkan, menjaga kehormatannya dan dapat membimbing dlm jalan yg penuh kemuliaan..!!! Krn itu adlh tanggung jawab Papa…!

Itulah jawaban singkat, padat, tegas dan tanpa kepalsuan dari salah seorang LAKI-LAKI SEJATI YG MEMILIKI JIWA AMAT BESAR yg sll ada di dlm hatiku, ku hormati dan ku cintai selama hidupku…yaitu Ayahanda tercinta..

Alhamdulillah..kini aku telah memiliki 4 orang anak yg sdh berangkat remaja…Dan kami pun kini menghadapi pertanyaan yg sama dari anak-anak kami. Kami berdua berusaha menerangkannya semampu kami termasuk dari aspek nilai2 yang telah diajarkan dlm agama yg kami anut, yaitu Islam. Karena menurut kami berdua..itu adalah fondasi dan landasan dari segalanya.

Karena rasanya tidak cukup kata-kata untuk bisa menggambarkan bagaimana Allah SWT dengan ajaran Islam menyayangi wanita, menghapus penindasan dan penghinaan yg di jaman jahiliyah dulu sering di alami oleh kaum wanita pd umumnya (dijadikan budak dan objek pemuas nafsu semata), mengajarkan untuk menghargai wanita sbg mahluk yg harus dihormati dan di muliakan, memiliki hak-hak yg sama dengan laki2 dlm menuntut ilmu dan masih banyak lagi…

So..Sekali lg ini hanya sekedar sharing aja lho…Terimakasih..:D

One comment

  1. Setuju …😀



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: