h1

CONTOH KEDISIPLINAN MASYRKT JEPANG UNTUK MENGHARGAI STRUKTUR HIRARKI KELRG DI JEPANG

September 15, 2013

Aku punya cerita yg mudah2an ada manfaat bagi kita semua ya…terutama “pengingat” untuk diriku sendiri…

Aku baru berjumpa dan mengobrol lama dengan temanku yang orang Jepang asli ini, tp bersuamikan orang Indonesia.

Cerita mulai menjadi heboh, ketika aku yang “setengah Jepang” ini agak bingung salah satu pernyataan dari seorang teman Jepangku yg baru aku kenal (bersuamikan orang Indonesia juga) dan berkata bahwa “lbh senang tinggal di Indonesia, krn apa saja di sini boleh…!”

“Maksudnya apa ya…?” pikirku agak lost in translation…

Tapi karena aku juga tahu bhw bhw di budaya Jepang, kita bisa dianggap tidak sopan bila kita langsung bertanya-tanya banyak hal terutama pada pertemanan yang masih baru dan belum terlalu akrab. Jadi aku hanya menatapnya saja.

Padahal di Indonesia, kata temanku yang asli Jepang tsb, kalau di Indonesia kita diam saja saat baru berkenalanan, bisa dianggap tidak “EXIST”..Makanya di manapun orang Indonesia berkumpul, suasananya jadi ramai sekali…hehehe

Dalam kesempatan berjumpa dg teman Jepangku yg sdh akrab ini, aku memberanikan diri untuk aku bertanya padanya, krn keinginan tahuan yg kembali muncul untuk mencari jawaban dari “statement” teman Jepang yg baru tsb.

Tidak aku duga temanku koq malah tertawa terbahak-bahak…

Inilah penjelasannya:

Temanku ini, punya seorang adik yg menikah dg seorang laki2 Jepang yg back ground pendidikan adiknya dan suaminya tsb sdh sangatlah modern (Amerika) dan sekeluarga berdomisili di Tokyo (salah satu kota cosmopolitan dunia yg super sibuk).

Tapi ternyata spt juga kebanyakan keluarga2 di Jepang lainnya. Ternyata segala modernisasi tsb tdk menghapuskan jejak nilai2 tradisional.

Di Jepang, Istri itu harus patuh pada suami dan menjadi bagian dari kelrg suami ketika menikah dg laki2 yg menjadi suaminya tsb.

Nah, saat berkunjung ke keluarga suaminya ini…, sang adik temanku itu selalu baru bisa menggunakan kamar mandi untuk mandi itu pd jam 2.00 pagi…

Haaaaa….???? Masa…??? Kenapa…??? Aku aja yg berdarah separuh Jepang jadi “bengong” juga saat mendengarnya.

Ternyata…dalam urusan sederhana seperti urusan mandi aja, ada aturan yg tdk tertulis… Tapi tetap di PATUHI oleh semua anggota keluarga tsb…

Adik dari temanku itu harus sabar menunggu urutannya sbg menantu paling “buncit” di dlm kelrg suaminya tsb… Jadi baru ber-hak mandi stlh kakek, bapak, anak laki2 pertama dari kelrg suami, suaminya, nenek, ibu, ipar kandung, istri dari kakak laki2 pertama, para keponakkan dari kakak laki2 pertama…
Barulah kemudian urutan adik dari temanku itu dan anak2nya…bisa mandi pd jam 2.00 pagi….

Uuaaaaaahhh…..cape dech….! gumanku di dlm hati…:D

Karena kebagian mandi paling akhir dan sudah jam 2.00 pagi pula…, adik temanku itu lgsg pergi tidur. Dan ternyata ketika baru bangun tidur, adik dari temanku itu teguran dari Nenek, Ibu dan sisters dari kelrg suami sudah menantinya.

“OOohhh…sedihnya…”, pikirku

“Kenapa ya…?” aku nanya lagi pd temanku yg asli Jepang ini.

Ternyata adik dari temanku yg Jepang ini ter”LUPA” dengan aturan tidak tertulis lainnya…shg harus menerima ketika ditegur rame2 spt itu untuk bisa mengkoreksi dirinya sendiri…

“Eeehhhmmm…ok…, tp aturan apa lagi sich, wong menurutku sdh luar biasa banget bs bersabar menunggu giliran cuma untuk mandi sampai jam 2.00, tp koq msh kena omelan ya…?” aku jd penasaran banget.

Wowww…OMG….!!!! Aku jd lbh kaget lg ketika mendengar penjelasan selanjutnya ini….

Ternyata adik temanku tsb harus pula membersihkan kamar mandi tsb, sbg orang yg terakhir menggunakan kamar mandi tsb…!

Ribet banget kan, kalo sering2 ketemu dg kelrg besar suami semacam ini. Rasanya aku aja yg sdh sedikit banyak telah dapat gemblengan ala Jepang dari almrh my Mom ini, kemungkinan besar perlu penyesuaian diri yg luar biasa untuk bisa menjalankannya..
Aku jd bersyukur banget bahwa jodohku, bukan seorang laki2 yg kelrgnya tdk se-ekstrim itu.

Pantesan….teman Jepangku yg baru kenal itu bilang…bahwa dirinya lebih senang tinggal di Indonesia…krn apa aja boleeeehhhhh….!

Ampuuuunnnn….ampuuuunnn…kompleksnya pemikiran bangsa Jepang….!

Di satu sisi cerita di atas menunjukkan betapa tidak enaknya posisi si wanita menjadi menantu keluarga Jepang tersebut; namun di sisi lain menunjukkan ketaatan yang luar biasa dari bangsa Jepang pada struktur hirarki keluarga bangsa Jepang. Ketaatan atau disiplin ini, walaupun tidak se ekstrim di Jepang, sebenarnya sudah ada lama di tanah air kita, ini dapat dilihat dari berbagai peribahasa yang menekankan pentingnya menghormati orang tua atau orang yang lebih tua. Jadi cerita diatas dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk kembali ke jadi diri bangsa kita dan menjadi bangsa yang lebih disilplin… Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: