h1

Pengalaman First Week Putriku Kuliah di Jepang

October 4, 2013

Tanggal 15 Sept 2013 aku harus melepas salah seorang putriku yang akan meneruskan pendidikannya di Jepang, karena mendapatkan kemudahan dari Allah semata..dengan mendapat kesempatan belajar di sana.
Aku tahu bahwa aku harus bisa melepasnya, walau hati ini sesungguhnya sedih karena harus berpisah dalam waktu yang lama.
Makin dekat dengan hari keberangkatannya, koper besar berwarna hitam putriku pun kian padat, karena telah diisi dengan barang-barang kebutuhan putriku.
Terlihat putriku semangat sekali mempersiapkan segala sesuatunya. Semangat untuk meraih cita-citanya dan menyongsong pengalaman2 baru yang akan ditemuinya.
Beruntung..bahwa sekarang sdh terdapat bermacam-macam alat telekomunikasi yang amat memudahkan untuk melepas kerinduanku.

Tiap hari masih bisa melihat wajah ceria putriku melalui skype, bisa mendengar suaranya dan berbicara lama-lama tanpa khawatir dengan tagihan.
Tiap hari aku mendengarkan ceritanya..Tentang teman-teman barunya, tentang kamarnya, tentang apa yang dimasaknya bersama-sama teman-temannya untuk makan siang atau malam mereka dan masih banyak cerita-cerita yang lain.

Dan ketika putriku bercerita tentang masa orientasi pra-kuliahnya… Aku merasa adanya perbedaan besar dengan masa orientasiku kala akan jadi mahasiswi dulu… Masa orientasiku dulu benar-benar melelahkan.

Putriku bercerita…bahwa kedatangan mereka ke Jepang langsung disambut oleh panitia dari universitas yg sdh menanti untuk menjemput dengan bis-bis besar. Para senior yang dilibatkan benar-benar hanya bertugas untuk membantu mahasiswa/i yang baru datang ini. Jadi bukan untuk di “plonco”.

Setelah satu hari beristirahat, mahasiswa/i baru langsung mengikuti masa orientasi yang banyak memberikan pembekalan yang amat manfaat dan selalu memberikan panduan sampai para mahasiswa/i baru agar benar-benar paham bagaimana cara hidup selama di Jepang.

Ada orientasi di mana tiap anak yang datang dari berbagai bangsa tersebut di kumpulkan dan di berikan pengarahan terperinci. Dijelaskan aturan “do and dont”, sebagai pembekalan saat mereka saling berinteraksi kelak. Contoh: mahasiswa yang datang dari negara barat, bersentuhan fisik untuk menunjukkan keakraban spt mencium pipi atau memeluk lawan jenisnya adlh hal yg biasa..Namun menunjukkan keakraban spt tersebut tdk bisa dilakukan (dont) terhadap mahasiswi yang datang dari negara muslim. Pokoknya “sentuh saja” tidak diizinkan…!

Lalu ada orientasi yang menjelaskan kapan waktu untuk membuang sampah, aturan pemisahan sampah-sampah sebelum dibuang, kapan waktunya sprei mereka harus dilepas untuk diganti dengan sprei baru oleh para petugas, cara memakai kamar mandi, cara memakai mesin cuci…dll. Semua harus mengikuti jadwal yang sudah ada.

Ada juga orientasi di mana para mahasiswa/i baru diajak keliling ke tempat2 yang menjual berbagai kebutuhan pangan, papan dan buku-buku yang harganya amat sesuai dengan kantong mahasiswa/i…murah tp berkualitas bagus.

Bahkan seluruh mahasiswa/i baru dilibatkan dalam latihan bila terjadi kebakaran atau gempa.

Sejak tgl 15 Sept hingga hari ini tgl 4 Okt, anakku baru memakai uangnya sebesar kurang lebih 20.000 yen (kurang lebih rp 2.400.000), untuk membeli kebutuhan makan sehari2, untuk membeli sebuah baju hangat yg bs menahan angin yang dinginnya bisa menusuk tulang itu (5.000 yen) dan buku-buku sekolah (kurang lebih 8.000 yen).

Lalu ada orientasi yang mengenalkan berbagai aktivitas kampus…Kata anakku banyakkk banget pilihannya….! Sehingga anak2 tsb bisa mengisi waktu dengan berbagai kegiatan positif agar tidak terlalu home sick..begitu kata mentornya…

Dan ada orientasi di mana para mahasiswa/i baru dijemput dan diantar ke tempat ibadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing dengan antar jemput dan konsumsi “free” (tdk dipungut biaya apapun)…
Di sana para mahasiswa/i baru dipersilahkan untuk tetap menjalankan ibadahnya dengan baik. Subhanallah…aku sebagai orang tua yang harus melepas putriku menuntut ilmu jauh dari pelukanku, merasa amat bersyukur, karena merasa bhw universitas di mana putri kami menimba ilmu, benar benar berusaha menjaga anak2 yang sedang belajar di sana dengan tetap menjaga aqidahnya.

Lalu ada workshop-workshop tentang bagaimana cara belajar yang baik, bagaimana cara mempertahankan bea siswa yang mereka dapatkan sekarang ini dan sebagainya.

Mahasiswa/i juga dipandu untuk membuat bank account, mendaftar asuransi, mendaftarkan diri untuk pemakaian hp yang harganya ga menguras kantong para mahasiswa/i, walau mau dipakai buat telepon sepuasnya (untuk area dlm Jepang) dan lain-lain.

Dan ketika acara welcoming party untuk para mahasiswa/i baru, para orang tuapun seolah-olah “turut hadir”, krn bisa mengikuti upacara tersebut dari negara masing-masing melalui streaming di web site universitas yang dipancarkan ke seluruh dunia.

Ini hanya sekedar share cerita aja koq…Smg ada manfaatnya. Alhamdulillah…hari Rabu lalu, tgl 2 Oct 2013, putri kami sdh mulai dengan perkuliahannya. Doa dan harapanku sebagai Ibu bahwa ananda selalu bahagia, sehat, meraih apa yang menjadi cita-citanya, bermanfaat bagi kehidupan agamanya, orang2 yg disayanginya, masyarakat luas dan dirinya sendiri…lahir bathin dunia dan akhirat..Aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: