h1

SEKEDAR OPINI: TENTANG WARGA NEGARA

February 2, 2014

Almrh Mama datang ke Indonesia untuk mengikuti alm Papa yg berasal dari Indonesia. Dan lgsg menanggalkan kewarga-negaraan Jepangnya dan bersedia hidup di negara baru dan yg msh kacau balau krn pemberontakan G30S PKI baru usai. Dan melepas kenyamanan hidup yg lbh terjamin di negara asalnya…

Walau mama bekerja sbg guru di sklh Jepang di Jkt, tp semua anak2nya malah dimasukkan ke sekolah negeri milik pemerintah Indonesia.

Mamaku sll berkata bhw “kamu hanya keturunan Jepang, kamu adlh orang Indonesia..”

Tetapi di sekolah tersebut, praktis aku suka bingung sendiri…

Contoh: Aku yg dari kecil diajarkan untuk berbicara seperlunya dan juga tdk diizinkan oleh Mamaku untuk berbicara dg suara yg terlalu keras…Tetapi setiap hari kelasku selalu ramai sekali. Hanya waktu ada guru saja, suasana kelas bisa sdkt lebih tenang.

Mau beli makanan di kantin…harus saling berebut dan teriak2…Kalau sdh demikian…rasa laparku jd sering hilang.. Karenanya aku lbh senang membawa roti sendiri dari rumah

Dan..kalau ada “spot” yg agak gelap dan sdkt sunyi..pasti dech spot tsb jadi punya cerita yg serem-serem. Pdhal..kalo aku lagi ingin sunyi…aku suka dg sengaja pergi sendiri ke spot tsb untuk menikmati suasana sunyi yg ga akan pernah aku dapatkan di kelas…Alhamdulillah…aku ga pernah ketemu dg hantu yg seram2 tsb…hehehe

Itu hanya bbrp contoh perbedaan kebiasaan hidup sehari2 yg simple2, yg sering membingungkanku akibat perbedaan culture dari asal ke dua orang tuaku.

Makin besar, tantangannya pun makin besar…

Masa remaja memang bisa menjadi masa yg paling kejam..yg ingin sekali rasanya ga usah melewati masa tsb (skip aja)…

Sering aku protes pd Mama dan Papaku…”Aku ini warga negaranya apa?”
Kalau aku benar orang Indonesia, kenapa acap diledek sbg orang Jepang….?!
Kalau aku benar orang Indonesia, kenapa kebiasaan2ku banyak yg berbeda dengan mereka…?!
Kalau aku benar orang Indonesia, kenapa aku lbh sering ga mengerti jalan pikiran dan joke mereka..?!
Kalau aku benar orang Indonesia, kenapa cara berpakaianku, cara aku berjalan, cara aku makan, cara bicaraku, kata mereka berbeda..?!

Mama sll berkata… “kamu hanya keturunan Jepang, tp kamu adlh orang Indonesia..Suatu saat nanti..mereka akan yakin bhw kamu adalah 100% orang Indonesia..”

Kini…aku bisa bernafas lebih lega……

Krn kini makin sering aku melihat orang yg lahir dari orang tua yg Indonesia tulen dan sdh mendpt rejeki sehari-hari yg banyak dari negara ini..tetapi tetap tidak mau melepaskan warga negara asingnya, kewarga-negaraan yg didapat krn lahir di negara asing tsb.

Dan, ga kurang dari orang asli Indonesia yg telah tinggal puluhan tahun di negara lain dan telah melepas WNI-nya…Tp begitu memiliki kesempatan kembali “main” ke INA…mereka inginnya diperlakukan sbg orang Indonesia… Protes banget..kalo tempat mereka menginap di charge sbg orang asing…

Malah memberikan omongan, “apakah ga bisa ya..hujan emas di negera yang telah menjadi negara barunya dan hujan emas jg di negeri asalnya sendiri….?”. Hanya bs mendoakan agar orang ini untuk suatu saat kelak bisa menjawab pertanyaannya sendiri tsb bila sdh lbh waras…!

Kini aku sbg Ibu yg anak2nya mulai mendapat kesempatan untuk belajar jauh di berbagai belahan bumi lain…Aku pun berpesan, spt pesan yg kurang lebih sama spt yg dulu sll diucapkan Mamaku, “kalian adlh orang Indonesia…, maka jadilah warga negara Indonesia yg baik dengan segala konsekuensinya..”

Walaupun nanti orang sedunia mengatakan bhw dunia sdh sedemikian global, shg batas2 tiap negara kian tipis…Ttp identitas kebangsaan seseorang sebaiknya tetap dimiliki tiap individu. Terutama pd anak-anak yang masih mencari pd tahapan pencarian jati diri.

Meninggalkan suatu kewarga-negaraan bukan berarti menjadi penghianat bangsa, menurutku semua tergantung dari niat dan motivasinya.

Contoh:
Apakah bisa disebut penghianat bangsa, bila melepas kewarga negaraannya krn mengikuti suami tercinta…? Menjadi warga negara di mana orang tersebut justru harus melepaskan segala kenyamanan hidup yg bs didapatkan bila tetap menjadi warga negara asalnya..?

Patut disadari bhw dengan meninggalkan kewarga-negaraan dari suatu negara.., akan ada konsekuensi yg berlaku setelah melepas kewarga-negaraan tsb. Semua harus disikapi dg konsisten.

Almrh Mamaku mencontohkan sikap konsistennya, yaitu sampai akhir hidupnya tetap berpassport hijau…Padahal kalau saja Mamaku mau mengajukan dirinya kembali sbg WN Jepang, beliau bisa memperoleh fasilitas kesehatan yg lebih baik, ketika Mamaku harus berjuang menghadapi cancer pangkreasnya. Ttp mamaku memilih tetap konsisten dg sgl konsekuensinya dengan ikhlas dan keteguhan hati..

Semoga share ini dapat bermanfaat…

3 comments

  1. Emangnya boleh ya berkewarganegaraan dua …??? … Bukankah mestinya pilih salah satu … ??? … Kalo ada orang yang pegang kewarga-negaraan lebih dari satu … kok kayaknya nggak etis ya … keliatan banget pragmatisnya … Tapi itu cuma pendapat pribadi aja ya …😀


  2. Itulah prihatin…Krn alm. Ibu dulu mengatakan bhw tanpa loyalitas dari warga negaranya, sebuah negara sulit untuk maju…


  3. Saya setuju dengan kata loyalitas dari warga negara untuk negaranya. Dan yang paling penting adalah konsisten. Seperti yang dicontohkan ketika seorang rela melepaskan warga negara Indonesia lalu ingin diperlakukan sebagai warga Indonesia di Indonesia sama aja bohong.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: