h1

ULASAN PERJALANAN SELAMA DI SWITZERLAND

June 11, 2016

DSCF4992
1. Zurich
Alhamdulillah…pesawat S’pore Airlines 346 yang take off pada jam 01:21 (waktu S’pore) akhirnya landing dengan selamat di Zurich pada jam 08:00 (waktu Zurich).
Perbedaan waktu antara Jakarta dengan Zurich adalah 5 jam. Contoh: Jika di Jakarta jam 12:00 siang, maka waktu di Zurich adalah jam 07.00 pagi.
kota Zurich menyambut kami dengan cuaca yg sangat bersahabat…Menurut info yang di dapat sebelum pesawat mendarat, bahwa suhu di daratan pada tanggal 24 Mei 2016 pagi itu kurang lebih 10 derajat celcius.
Dari bandara Zurich, kami berjalan kaki menuju station kereta api yg letaknya tidak terlalu jauh.. Kira2 bisa dicapai dlm waktu 10 menit saja..
Suamiku mulai antri untuk membeli tiket kereta..Ampuuunn..langsung terasa mahalnya biaya hidup di negara ini…
Harga tiket dari Train Station Bandara menuju Train Station Central Station Zurich yg jaraknya tidak terlalu jauh..kira2 hanya sempat duduk dlm kereta kurang lebih 7 menitan.  Harga gerbong kelas 1nya kurang lebih CHF 6 dan gerbong kelas 2nya kurang lebih CHF 3. (1 CHF = rp 13.780). Tetapi bila ingin menggunakan taxi, maka harus merogoh kantong lebih dalam lagi..Karena bisa sampai kurang lebih CHF 60.
Hotel kami menginap selama di kota Zurich adalah hotel berbintang 4..Walau hotelnya tidak terlalu besar , tetapi sangat cantik, bersih dan pegawai-pegawainyapun sangat ramah. Lokasi hotelnya pun dekat sekali dengan Central Train Station, Plaza Central Hotel namanya.  Makin terasa betapa biaya hidup di negara ini sangat mahal, apalagi setelah membayar biaya kamar hotel. Hicks…
Alhamdulillah..setelah menghilangkan kepenatan sejenak di hotel…, sorenya kami berjalan2 di sekeliling hotel saja..Menikmati senja di kota Zurich…Toko2 di sini tutup di sekitar jam 19.00 malam. Tp walau waktu sdh menunjukkan jam 19.00, tp matahari masih tetap terang bersinar..Dan baru mulai gelap pd jam 21.00 malam..(waktu Maghribnya di kota Zurich).
Kota yang tidak terlalu ramai, indah, bersih tapi mahal.
Di depan hotelku banyak sekali rel-rel  trem yang melintang ke sana ke mari.
Ya..di sini banyak sekali orang memakai fasilitas kendaraan umumnya berupa trem atau sepeda roda dua.  Kendaraan roda empat kelihatannya bukan menjadi mobilitas utama masyarakat kota Zurich.
Orang yang memilih berjalan kaki juga sangat banyak. Dan untuk jarak yang lebih jauh, masyarakat kota Zurich kelihatannya lebih memilih naik kereta saja. Sehingga sama sekali tidak terlihat adanya macet dan kepadatan kendaraan yang acap kali terjadi di Indonesia. Kondisi yang sangat berbeda dengan kondisi di Indonesia. Membuat kota ini sangat nyaman, dan bebas polusi.
Kalau trem yg mau lewat…driver trem pasti membunyikan lonceng yang mirip seperti klenengan untuk sapi. Kendaraan dan bahkan pejalan kakipun harus mengalah, kalau trem akan lewat. Jadi usahakan jangan melamun kalau lagi jalan.., apalagi memakai head set. Karena khawatir suara lonceng yang dibunyikan oleh driver trem tidak terdengar oleh telinga kita…Trem kelihatannya kesulitan berhenti mendadak apabila dari kejauhan driver  trem melihat ada pejalan kaki yang tidak sadar tetap menyeberang jalan padahal trem sudah sangat dekat. Maka bunyi lonceng tersebut akan dibunyikan dengan heboh oleh driver supir trem, bahkan para penyeberang-penyeberang jalan yang lainnya akan ikut berteriak-teriak untuk menyadarkan penyeberang yg kurang hati-hati tsb…
Sementara…kalau pejalan kaki vs kendara bermotor seperti mobil, sepeda motor dan sepeda.., yg mendapat privilege utama adalah pejalan kaki.

DSCF4998
Jadi banyak juga penyeberangan jalan yang tidak ada rambu signal buat pejalan kaki..(sangat berbeda dengan di Jepang, yang di setiap penyeberangannya pasti ada rambu signal buat pejalan kaki)..Pokoknya di Swiss, mobil dan kendaraan lainnya harus mengerem begitu melihat ada pejalan kaki yg ingin menyeberang…
Soal makanan selama kami di Zurich..alhamdulillah…ga ribet…
Kebetulan sedang banyak peserta acara sebuah conference international yang pesertanya banyak yang menginap di Plaza Central Hotel ini. Sekilas banyak juga peserta yang datang dari negara Timur Tengah…Jadi soal makan pagi, rupanya pihak hotel seperti sudah mendapat pengarahan, tentang makanan apa saja yang bisa dikonsumsi oleh kaum muslimin…
Alhamdulillah..kami jadi kebagian kemudahan tersebut selama menginap di hotel ini…hehehe..
Ada satu makanan khas Swiss yg aku suka banget dan selalu aku nikmati saat breakfast..Műesli namanya..Buatan műesli hotel ini enak banget…Campuran oat, yogurt, almond dan kismisnya menciptakan rasa yg luar biasa nikmatnya..Hanya penampilan fisiknya saja yang kurang menarik…benar2 bisa membuat ragu-ragu orang untuk mencicipinya…:D

(sumber: http://www.berkuliah.com/2014/07/15-makanan-khas-terlezat-swiss.html)
Bircherműesli adalah makanan tradisional yang diciptakan di Swiss sekitar tahun 1900 oleh Dr Maximilian Bircher-Benner. Karena percaya bahwa diet sereal, buah-buahan dan sayuran lebih baik bagi manusia daripada diet berbasis daging berat, ia menciptakan birchműesli  dengan komposisi berupa campuran oat, buah, kacang-kacangan, jus lemon dan susu kental untuk pasien di sanatoriumnya di Zurich. Makanan ini masih dimakan hingga sekarang dan tidak hanya dimakan saat sarapan, tapi kadang-kadang di juga malam hari.
Sedangkan untuk makan siang dan malam kami sering berkunjung ke sebuah restoran yg bernama Nordsee…Restoran yg berada di dalam station kereta, Central station. Semua serba ikan dan hidangan laut lainnya..

Info mengenai restoran Nordsee dapat dilihat di alamat e-mail sbb:
https://www.tripadvisor.com/Restaurant_Review-g188113-d1805902-Reviews-Nordsee-Zurich.html
Di restoran ini, kami banyak bertemu dengan orang dari Malaysia dan negara-negara muslim lainnya. Bahkan kasir restoran ini selalu mengucapkan “assalamua’laikum” setiap melihat kami berdua..Karena kasir laki-laki ini rupanya berasal dari Turki…
Biaya sekali makan di restoran ini antara CHF 15 s/d 20/orang x rp 13.780 = antara rp 200.000 s/d rp 275.000. Biasanya sudah akan mendapat sepotong ikan ukuran jumbo (ada salmon panggang, sea fish, white fish, prawn dan lain-lain), paket sayur2an dan minuman air mineral (di Swiss menyebutnya dengan “still water” untuk air mineral biasa), atau “sparkling/gas water” untuk air mineral yang mengandung gas (rasanya mirip soda) tapi konon katanya sich gas tersebut bukan soda tapi airnya ber-gas natural, jadi bukan buatan. Dan buat masyarakat setempat air sparkling/gas ini dipercaya lebih sehat, jadi lebih disukai. Tapi buat lidahku tetap lebih nikmat air biasa saja atau “still water”. Karena buat lidah Asiaku, rasa air sparkling/gas agak pahit.
Atau kami memilih restoran sushi cepat saji yg berada di jalan Bahnhofstrasse..Yooji namanya…Yang harganya bisa lebih bervariasi, sangat tergantung pada jumlah makanan yang kita ambil.
Dan ada satu counter kebab Lebanon di jalan Bahnhofstrasse ini..dekat pertokoan Jemoli. Namanya, maaf lupa…Harganya di sekitar CHF 8/kebab. Tapi aku masih lebih suka kebab Turki dari pada kebab Lebanon ini. Kebab Turki yang aku rasakan di kota Geneva benar2 enak, harganya pun ga beda.
MENGENAI BAHASA…
Aku cukup surprise juga karena tidak semua masyarakat di Switzerland ini mengerti bahasa Inggris.
Rupanya di Switzerland ini masyarakatnya umumnya memakai dua bahasa utama…Bahasa Jerman dan bahasa Prancis. Kalau yang berbatasan dengan Jerman spt kota Zurich ini, maka lebih banyak penduduknya yang memakai bahasa Jerman. Sedangkan kota Geneva yang lebih berdekatan dengan negara Prancis, maka penduduk di sana akan menggunakan bahasa Prancis..
MENGENAI SHOPPING…
Waktu aku diajak suamiku ke jalan Bahnhofstrasse ini..terlihat jejeran boutique dari top brand dunia…Menurut suamiku, kota Zurich memang dikenal sebagai daerah keuangannya negara Swiss…
Jalan Bahnhofstrasse ini di mulai dari depan Central Station hingga menuju danau Zurich… Makin berjalan mendekati  danau Zurich, hotel2nya, restoran2nya, mobil-mobil Eropa yg berseliwerannya dan boutique2nya pun makin mewah…Orang2nya pun tampil dengan penampilan yang serba stylish..!

DSCF5001
MENGENAI REKOMENDASI ACARA TOUR-TOUR KE JUNGFRAUJOUH
Keesokan hari, pada jam 7.00 kami sudah siap di lobby hotel untuk breakfast. Setelah itu kami langsung menuju station bus yang berada di seberang jalan Central Train Station. Kami sudah diingatkan pihak hotel agar tidak datang terlambat menuju  station Bus, karena di Switzerland semua harus ON TIME.
Jadwal keberangkatan tour bus kami yang akan berangkat menuju Jungfraujouh (baca: Yung-frau-Yoh) adalah jam 08:00 pagi on time.
Jungfraujouh adalah tempat di mana ada train station tertinggi di Europe..Train station tersebut berada di ketinggian 3.454 meter. Harga tournya mahal banget, CHF 212/orang, kurang lebih rp 2,9 juta..Benar2 mahal banget biaya hidup di sini ya..? Rasanya biaya hidup di Switzerland lebih mahal dari pada biaya hidup di Jepang…
Rupanya paket tour menuju Jungfraujouh ini memang salah satu acara tour favorite. Bisa terlihat dari ramainya wisatawan yang datang. Semua kursi di bus besar ini terisi semua. Untung kami sudah booking jauh-jauh hari.

Di dalam bus terlihat ada wisatawan dari India, Srilangka, Amerika, Australia,China, Jepang dan tentu saja dari Indonesia juga ada, yaitu kami berdua..hehehe
Dan benar saja, bis kamipun berangkat on time jam 08.00.
Selama 2,5 jam perjalanan menuju Jungfraugjouh ini, terlihat pemandangan alam yang sangat indah…Hijau, asri dan sangat terjaga alamnya. Makin lama makin nampak deretan pegunungan Alpen yang cantik walau di puncak gunung Alpen selalu tertutup salju abadi…

DSCF5066
Nampak banyak air terjun yang mancur di sela-sela tebing pegunungan. Air terjun tersebut dikarenakan mulai melelehnya salju yang ada di lereng-lereng gunung yang juga menandakan telah datang musim spring (musim panas) di Swiss…Haduh..segini aja buat orang Swiss sudah musim panas..? Buatku ini masih musim dingin lho…., sebab masih bbbrrrrr banget rasanya… Apalagi kalau ada angin bertiup…dinginnya benar-benar terasa..
Bis kami berhenti sebentar di Interlaken. Tour Guide kami mempersilahkan kami semua untuk ke toilet dan membeli sandwich serta minuman karena di puncak gunung nanti tidak akan ada cafetarianya..begitu candanya.
Di Interlaken ini rupanya banyak toko-toko souvenir yang cukup menggoda mata. Tapi tour guide kami orangnya sangat tegas. Karena siapapun yang datang terlambat akan ditinggal dan di minta untuk mengejar bis di satu lokasi yang bisa dikejar dengan taxi…Hasilnya..tidak ada satu orang peserta tour di bus ini yang berani datang terlambat…😀
Jungfraujouh adalah salah satu puncak dari puluhan puncak pegunungan Alpen. Keistimewaan wisata Jungfraujouch ini adalah di mana kita bisa melihat sebuah train station tertinggi di Eropa.

DSCF5150
Melihat sejarah mengenai kegigihan dan perjuangan para pekerja pembuat railway ini yang pada saat di mulainya pembuatan train station ini di abad 18 dengan peralatan amat sederhana karena belum adanya peralatan berat dengan tehnologi yang hi-tech serta melawan dinginnya cuaca, karena train station ini berada di ketinggian 3.454 meter.
Hasil kegigihan, perjuangan dan ketabahan para pekerja pembuatan railway inilah yang hingga kini masih bisa dirasakan oleh banyak manusia di dunia. Masya Allah…
http://www.myswitzerland.com/en-id/highest-altitude-railway-station-in-europe.html
Selama perjalanan menuju puncak Jungfraujouh pemandangan alamnya sungguh luar biasa cantik..Train yang membawa kami hingga puncak kadang seperti berjalan di bibir tebing…

DSCF5156

Makin ke atas, alhamdulillah cuaca tetap cerah, tapi suhu dingin kian terasa. Maka banyak peserta tour yang mulai memakai puffer atau jacket khusus untuk musim saljunya.
Perjalanan menuju puncak memakan waktu kurang lebih 40 menit.
Begitu turun dari kereta…hawa dingin langsung menerpa hingga ke seluruh tubuh..
Tour guide kami meminta kami semua untuk mendengarkan baik-baik penjelasannya dan mencocokkan jam tangan kami masing-masing, sebelum kami semua dilepas olehnya untuk mulai meng-explore wilayah Jungfraujouh ini.
Tour Guide kami meminta kami semua sudah berkumpul semua pada jam 15:00 (On Time) di meeting point yang telah disepakati. Dan bagi yang telat akan ditinggal dan diminta turun sendiri dan mencari titik ketemunya sendiri di bawah sana…Semua peserta menganggukkan kepala dan pastilah di dalam hati masing-masing peserta tour tidak ada yang akan berani datang telat, karena sudah pasti akan merepotkan diri sendiri jadinya.
Aku dan suamiku langsung memilih untuk pergi bermain salju lebih dahulu..Bermain-main salju di puncak Jungfraujouh ini. Timpuk-timpukan salju dengan suamiku sambil berfoto-foto ria..:D
Sebelum bermain-main salju sebaik mempersiapkan sepatu kets yang baik, membawa jacket tebal, syal tebal dan membawa kaca mata hitam. Karena ternyata berada di tempat terbuka dengan salju yang amat putih mengkilat ini, bisa menyebabkan sinar yang masuk ke mata terasa sangat silau, akibat pantulan sinar matahari ke salju.
Setelah itu, kami pergi ke tempat yang menceritakan sejarah pembuatan train station ini. Melihat foto-foto wajah para pekerja pembuat train way istimewa ini, melihat peralatan yang dulu mereka pakai dan mengenang para pekerja yang sampai mengorbankan nyawanya demi pembangunan train station tertinggi di Eropa ini.
Dan yang terakhir kami menuju Aletsch Glacier..
Di Aletsch Glacier ini ternyata semacam terowongan panjang yang semuanya sudah jadi es..Lantainya, dindingnya, atapnya semuanya es…Biarpun sudah diberikan pegangan di semua dinding agar memudahkan wisatawan berjalan..tetap saja untuk wisatawan yang datang dari negara2 tropis mengalami kesulitan berjalan di atas es membeku ini..Beberapa kali terlihat wisatawan yang terpeleset dan yang menjerit karena hampir terpeleset. Banyak tehnik berjalan yang aku tiru dari wisatawan lainnya, tapi tetap saja mengalami kesulitan menyeimbangkan tubuh ini dengan lantai yang amat licin ini…Semua pengalaman ini akhirnya membuat kami mulai saling membuka diri dengan memulai conversation dengan para peserta tour lainnya.

DSCF5136
Di tengah kebekuan yang menggigit tulang ini malah timbul kehangatan luar biasa di antara para peserta tour. Disinilah moment ice breaking tersebut.. Peserta tour saling berkenalan,  saling membantu menolong peserta yang terpeleset dan saling tertawa-tawa dengan pengalaman ini…
Sambil menyusuri terowongan yang serba es ini kami disuguhi aneka hasil pahatan es.. Bergantian kami saling membantu untuk menjepret dengan camera masing-masing..Foto-foto yang in shaa Allah akan menjadi souvenir indah yang akan selalu terpahat di dalam hati kami masing-masing.

DSCF5138
Waktu rasanya cepat sekali berlalu, kami saling mengingatkan untuk segera kembali ke meeting point yang tadi sudah disepakati karena tidak ada yang mau ditinggal oleh tour guide kami.
Dan..Tour Guide kamipun terlihat senang, karena tidak ada satu peserta tour yang ikut di busnya yang datang terlambat. Semua ON TIME…:D
Perjalanan turun dari puncak Jungfraujouh..kembali kami disuguhi dengan pemandangan alam yang sangat indah dari pegunungan Alpen ini…Memang Allah Maha Agung…
Tidak terasa perjalanan tour hari itu akan segera berlalu..Bus yang membawa kami, on time masuk kembali ke terminal bis tepat pada jam 20:00 malam. Maka usailah paket tour 12 jam ini.

DSCF5092
Kamipun mengucapkan terimakasih pada tour guide dan supir yang telah seharian menemani dan mengantarkan kami menikmati perjalanan indah ke Jungfraujouh.
Sedikit catatan saja…Tidak usah ragu memberikan sedikit tip pada tour guide. Para peseta tour di bus kami, saling sepakat untuk memberikan tip di kisaran 5 US dollar sampai dengan CHF10/keluarga. Tapi ini bukan keharusan ya…
Semoga tulisan sederhana dapat bermanfaat…
In shaa Allah tulisan ini masih berlanjut. Menceritakan ulasan perjalanan kami di kota Geneva, Chamonix (Prancis) dan Bern…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: